Berita

Pakar Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting. (Foto: Istimewa)

Politik

Status Siaga 1 TNI Bukan Alarm Perang

SENIN, 09 MARET 2026 | 03:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Salah satu poin Instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara khusus ditujukan kepada Kodam Jaya untuk meningkatkan patroli di objek vital strategis dan kawasan kedutaan besar di Jakarta. 

"Hal ini menunjukkan bahwa ibu kota negara dipandang sebagai wilayah dengan sensitivitas politik yang tinggi," kata Pakar Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting dalam keterangannya kepada RMOL, Senin 9 Maret 2026.

Jakarta, menurut Ginting, bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga lokasi berbagai kantor kedutaan besar negara asing. Dalam berbagai situasi konflik internasional, kedutaan sering menjadi titik konsentrasi demonstrasi atau ekspresi solidaritas politik masyarakat.


Oleh karena itu, langkah antisipatif menjadi penting agar dinamika politik global tidak berkembang menjadi gangguan keamanan di dalam negeri.

Pada akhirnya, tegas Ginting, kebijakan Siaga 1 TNI harus dipahami sebagai bagian dari strategi negara dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global. Indonesia tidak berada dalam posisi ikut terlibat dalam konflik militer di Timur Tengah.

Namun sebagai negara besar dengan populasi yang sangat besar dan posisi geopolitik yang strategis, Indonesia tetap harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan dampak yang ditimbulkan oleh konflik internasional.

Langkah yang diambil Panglima TNI menunjukkan bahwa negara berupaya bertindak lebih awal sebelum situasi berkembang menjadi krisis. Dalam dunia keamanan modern, pendekatan pencegahan semacam ini justru menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas.

"Jadi Status Siaga 1 bukanlah alarm perang, melainkan sinyal bahwa negara sedang memperkuat kewaspadaan. Tujuannya jelas: memastikan Indonesia tetap aman, stabil, dan mampu menghadapi setiap dinamika global yang berkembang," pungkas Ginting.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya