Berita

Direktur Pusat Media dan Demokrasi pada Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Wijayanto. Foto: Tangkapan layar Zoom LP3ES)

Politik

Gerakan Bawah Tanah Reformasi Jilid 2 Menguat, Begini Analisis LP3ES

SENIN, 09 MARET 2026 | 02:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wacana Reformasi Jilid 2 yang diperkirakan tengah menguat di masyarakat, menjadi satu bahan kajian dari Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).

Hal itu disampaikan Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto, dalam acara diskusi daring bertajuk "Refleksi Demokrasi Indonesia", Minggu 8 Maret 2026.

Wijayanto menyampaikan respons atas pertanyaan publik, yang memerhatikan wacana Reformasi Jilid 2 tengah berkembang kuat, bahkan digalakkan oleh komunitas clandestine atau gerakan bawah tanah/rahasia.


Terkait itu, Wijayanto memaparkan hasil penelitian LP3ES yang telah dilakukan sejak 2019, dan terbaru telah dilakukan pada tahun ini yang fokus menangkap persepsi masyarakat atas isu perubahan rezim.

"Sejak (wacana) reformasi Dikorupsi, terutama tahun 2019 di mana KPK dilemahkan, waktu itu kita ada gerakan reformasi dikorupsi, kita melihat pola gerakannya, sejak hari itu sampai hari ini," katanya.

Wijayanto menuturkan, dalam penelitiannya dilakukan wawancara dengan metode social network analysis, dan menemukan bahwa gerakan sosial ini ternyata tidak putus. 

"Mereka punya konsistensi dari sisi ideologi, mereka punya konsistensi dari sisi semangat, dan mereka juga ada kesinambungan dari sisi aktor," sambungnya.

Kendati begitu, dia menyebutkan LP3ES masih melihat apakah kesinambungan ini pada akhirnya berujung pada satu gerakan yang semakin kuat dan besar.

"Itu belum kita simpulkan, karena seiring dengan adanya konsistensi tadi, memang juga ada kesalahan fragmentasi gerakan," urainya.

Di samping itu, Wijayanto memperkirakan fragmentasi di masyarakat atas wacana perubahan rezim masih dapat teraratasi, tetapi bergantung juga pada dinamika yang terjadi dari segi ekonomi.

"Jadi kalau kita ingat, Orde Baru itu ada faktor struktural di mana krisis terjadi. Kalau ekonomi kita semakin bangkrut, maka gerakan sosial sangat berpotensi untuk terakumulasi, dan termanifestasi menjadi besar," ucapnya.

Namun tidak menutup kemungkinan, menurutnya, gerakan sosial akan mencari jalan perubahan tanpa menunggu krisis ekonomi, tapi dari kemampuan aktor-aktor di masyarakat sipil untuk mengkonsolidasikan gerakan.

"Tentunya dengan menghadirkan satu wacana yang bisa memungkinkan elemen-elemen masyarakat sipil yang terfragmentasi menjadi bersatu dan kemudian bergerak bersama," demikian Wijayanto.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya