Berita

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. (Foto: Istimewa)

Politik

Masalah Biaya dan Mutu, Tantangan Beras Indonesia Bersaing di Pasar Global

MINGGU, 08 MARET 2026 | 17:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah diminta untuk mulai merumuskan peta jalan ekspor beras produksi petani dalam negeri, seiring berlimpahnya stok beras yang mencapai angka 3,53 juta ton di akhir Desember 2025.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman saat bersilaturahmi bersama Penyuluh Pertanian se-Sumatera Barat, di UNP Hotel & Convention, Kota Padang, Sumatera Barat.

Kata Alex, peta jalan itu untuk menjawab tantangan bagaimana produk pangan Indonesia bisa bersaing di pasar global.


“Tantangan kita hari ini, menurunkan biaya produksi dan memperbaiki mutu sehingga kita bisa bersaing dengan negara produsen beras lainnya, dalam merebut potensi pasar global,” kata Alex dalam keterangan tertulis, Minggu 8 Maret 2026.

Dijelaskan Alex, untuk faktor menurunkan biaya produksi, petani inovatif dari Sumatera Barat, Ir Djoni, telah menemukan metode Sawah Pokok Murah. 

Dengan metode yang telah diujicobakan seluruh kabupaten/kota di Sumbar ini, hasil panen tidak kalah dengan metode konvensional. Padahal, metode ini tidak melalui pengolahan tanah yang merupakan komponen biaya terbesar dalam bercocok tanam. 

Kemudian, metode ini juga tak butuh pemupukan kimia serta penyemprotan pestisida maupun fungisida. Bahkan, cuaca kemarau juga tak terlalu jadi rintangan. Sehingga,  makin memperkecil potensi gagal panen karena faktor cuaca. 

“Walaupun topografi daerahnya perbukitan --sehingga tidak memiliki hamparan sawah yang luas, Sumatera Barat ini sudah mampu swasembada beras sejak lama,” ungkap Alex yang juga Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat. 

Kata Alex lagi, dengan adanya inovasi Sawah Pokok Murah yang telah dilaksanakan secara massif di Kabupaten Agam, Pesisir Selatan dan Dharmasraya, biaya produksi sudah bisa dipastikan akan jauh berkurang jika dibandingkan dengan metode konvensional sebagaimana telah diterapkan petani selama ini.

Tersisa, cara mengatasi persoalan angka patahan (broken) ataupun menir (pecahan kecil) beras. Menurut Alex, masalah ini memerlukan campur tangan pemerintah melalui BRIN dan dunia perguruan tinggi melalui riset-riset berkelanjutan. 

“Kondisi saat ini, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), mengandung patahan (broken) atau menir (pecahan kecil) berada di angka 25-40 persen. Sementara, beras dari negara-negara produsen beras lainnya di Asia Tenggara, kadar broken-nya telah berada di angka 5 persen,” ungkap Alex. 

“Jika kondisi ini tak segera diatasi, pasar beras global akan sangat sulit ditembus,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya