Berita

Ilustrasi/Net.

Nusantara

Hari Perempuan Internasional 2026: Tema, Sejarah, dan Maknanya

MINGGU, 08 MARET 2026 | 15:20 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Setiap tanggal 8 Maret, panggung global menyoroti satu perayaan penting: Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD).

Hari ini didedikasikan untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik kaum perempuan di seluruh dunia, tanpa memandang perbedaan etnis, bahasa, maupun status ekonomi.

Lebih dari sekadar perayaan, 8 Maret menjadi momentum kritis untuk mengakselerasi kesetaraan gender dan menggalang kesadaran publik.


Tema 2026: Hak, Keadilan, dan Aksi Nyata

Tahun ini, Hari Perempuan Internasional 2026 mengusung tema yang tegas, yakni "Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls" (Hak. Keadilan. Aksi. Untuk SEMUA Perempuan dan Anak Perempuan).

Tema ini menjadi seruan global untuk membongkar segala bentuk hambatan menuju keadilan yang setara, mulai dari diskriminasi hukum hingga norma sosial yang masih merugikan perempuan.

Dalam pernyataannya, Direktur Eksekutif UN Women, Sima Bahous, menyoroti sebuah ironi dalam perjuangan perempuan saat ini. Meskipun Undang-Undang mengenai kekerasan dalam rumah tangga kini lebih kuat dan tingkat pendidikan anak perempuan berada di titik tertinggi, ancaman justru datang dari arah lain.

"Namun, ini juga merupakan momen yang penuh kontradiksi. Kekerasan meningkat, termasuk di dunia maya. Hak-hak dilanggar secara langsung," ungkap Bahous.

Ketimpangan ini juga tecermin dari data global yang menunjukkan bahwa perempuan saat ini baru memiliki 64 persen hak hukum yang setara dengan laki-laki. Dalam banyak aspek kehidupan krusial—seperti pekerjaan, finansial, kepemilikan properti, hingga pensiun—hukum masih kerap merugikan posisi perempuan secara sistematis.

Dari Gerakan Buruh hingga Diakui PBB

Perjuangan untuk mendapatkan hari khusus ini memiliki akar sejarah yang panjang. Hari Perempuan Internasional pertama kali lahir dari rahim gerakan buruh di Amerika Utara dan Eropa pada awal abad ke-20.

Gagasan ini kemudian dimatangkan pada Konferensi Internasional Perempuan Pekerja kedua di Kopenhagen, Denmark, pada 1910. Saat itu, tokoh Partai Sosial Demokrat Jerman, Clara Zetkin, mengusulkan agar sebuah perayaan diadakan di hari yang sama setiap tahunnya di seluruh dunia untuk mendesak pemenuhan hak-hak perempuan.

Usulan brilian ini disambut dengan suara bulat oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara yang mewakili serikat pekerja dan partai sosialis.

Penetapan tanggal 8 Maret sendiri memiliki keterikatan erat dengan pergerakan perempuan selama Revolusi Rusia pada 1917. Barulah puluhan tahun kemudian, tepatnya pada 1977, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meresmikan Hari Perempuan Internasional secara global.

Makna di Balik Warna IWD

Tahukah Anda bahwa Hari Perempuan Internasional identik dengan perpaduan warna ungu, hijau, dan putih? Identitas visual ini bukan tanpa makna, melainkan diwariskan dari Women's Social and Political Union (WSPU) di Inggris pada 1908.

Warna ungu dipilih untuk melambangkan keadilan, martabat, dan kesetiaan pada tujuan. Warna hijau merepresentasikan harapan, sedangkan warna putih melambangkan kemurnian.

Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 menjadi pengingat bahwa meskipun banyak pencapaian telah diraih, perjalanan menuju kesetaraan yang utuh masih membutuhkan aksi dan suara dari seluruh lapisan masyarakat dunia.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya