Berita

Zendhy Kusuma (Kanan) (Foto: Istimewa)

Hukum

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

MINGGU, 08 MARET 2026 | 12:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Klarifikasi akhirnya disampaikan Zendhy Kusuma setelah video insiden di Restoran Bibi Kelinci yang melibatkan dirinya beredar luas dan memicu perdebatan publik di media sosial. 

Ia menilai potongan rekaman yang viral telah memunculkan gelombang reaksi berlebihan hingga berujung cyberbullying terhadap dirinya dan keluarga.

Zendhy Kusuma mengatakan, peristiwa yang terjadi pada September 2025 itu sebenarnya bermula dari situasi sederhana ketika dirinya bersama keluarga menunggu pesanan cukup lama di restoran hingga memicu ketegangan.


"Saya tidak menutup mata bahwa pada malam itu emosi saya terpancing dan ada sikap yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik," kata Zendhy dalam keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kondisi lapar dan kelelahan membuat suasana menjadi tidak nyaman setelah pesanan yang ditunggu tidak kunjung datang. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan antara pelanggan dan pihak restoran.

Namun menurutnya, polemik justru membesar setelah potongan rekaman CCTV tersebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi publik.

"Yang kami sesalkan adalah ketika peristiwa tersebut berkembang jauh melampaui kejadian sebenarnya. Setelah video itu beredar, kami dan keluarga mengalami berbagai bentuk cyberbullying di media sosial," terangnya.

Zendhy menilai, potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa yang terjadi pada malam tersebut. Ia juga menyebut adanya narasi tambahan yang beredar bersamaan dengan video yang memicu kesalahpahaman publik.

"Kami percaya setiap peristiwa sebaiknya dilihat secara utuh dan berdasarkan fakta. Ketika sebuah potongan video disertai narasi yang tidak lengkap, hal itu bisa menimbulkan kesalahpahaman yang akhirnya merugikan banyak pihak," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan adanya rekaman lain yang memperlihatkan dirinya datang dengan tujuan menyelesaikan persoalan secara baik, termasuk ketika hendak melakukan pembayaran kepada pihak restoran.

"Saya datang kembali untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan menyelesaikan kewajiban pembayaran. Harapan saya sebenarnya sederhana, persoalan ini bisa diselesaikan secara baik tanpa harus berkembang menjadi polemik besar," ujarnya.

Saat ini, kata Zendhy, persoalan tersebut telah masuk dalam proses hukum di Bareskrim Polri, dan ia memilih menghormati seluruh tahapan yang sedang berjalan dengan tersangka pemilik restoran Bibi Kelinci Kemang, Jakarta Selatan, Nabila O Brien.

"Saya percaya proses hukum akan melihat seluruh peristiwa ini secara utuh dan objektif,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan masyarakat tentang bahaya penghakiman massal di ruang digital yang kerap terjadi setelah sebuah potongan video viral.

Dalam beberapa kasus viral tersebut, kata Zendhy, opini publik sering kali terbentuk hanya dari potongan informasi tanpa memahami konteks utuh sebuah peristiwa.

“Mungkin kita semua bisa belajar dari kejadian ini. Belajar menjadi konsumen yang lebih baik, belajar menjadi pemilik usaha yang lebih bijak dalam menyikapi pelanggan, dan juga belajar menjadi netizen yang tidak mudah melakukan cyberbullying. Pada akhirnya kita semua adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan. Yang penting adalah bagaimana kita belajar dan memperbaikinya tanpa harus saling menghancurkan di ruang digital," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya