Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Trump Berbuat Sesuka Hati, RI Jangan Salah Pilih Teman

MINGGU, 08 MARET 2026 | 08:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dinilainya bertindak semaunya tanpa memedulikan hukum internasional.

Menurut Tifatul, sejumlah langkah yang dikaitkan dengan kebijakan Trump dinilai melanggar prinsip-prinsip yang diatur dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menilai tindakan-tindakan tersebut menunjukkan sikap sepihak dalam politik global.

“Trump nggak peduli hukum internasional. Dia berbuat sesuka hatinya,” ujar Tifatul lewat akun X miliknya yang dikutip Minggu, 8 Maret 2026.


Ia menyinggung berbagai isu internasional yang menurutnya kontroversial, mulai dari penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro hingga serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Tifatul menilai tindakan-tindakan tersebut bertentangan dengan Piagam PBB. 

Anggota Komisi VII DPR RI ini juga menyinggung serangan militer yang terjadi dalam konflik Iran serta dampaknya terhadap masyarakat sipil. Ia menilai tindakan militer yang menimbulkan korban sipil bertolak belakang dengan prinsip perdamaian yang sering diklaim oleh pihak-pihak yang terlibat.

Selain itu, ia turut menyoroti gagasan pembentukan forum perdamaian yang disebut sebagai Board of Peace (BoP) yang menurutnya justru berada di bawah kendali Amerika Serikat. Tifatul menilai forum tersebut tidak mencerminkan mekanisme internasional yang netral.

“Kalau tidak bisa menekan PBB, dia buat BoP, dia yang kontrol semua,” katanya.

Tifatul juga menyindir sikap Trump yang dinilai kerap menimbulkan kontroversi di panggung global, termasuk isu ambisi politik dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

“Tidak dapat hadiah Nobel Perdamaian, eh ngambek, mau caplok Greenland. Kurasa salah pilih teman kalian ini,” sindirnya.

Pernyataan Tifatul tersebut menambah deretan kritik dari berbagai kalangan terhadap dinamika politik global yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya, khususnya di kawasan Timur Tengah.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya