Berita

KH. Abdussalam Shohib. (Foto: Istimewa)

Publika

Indonesia, Antara BoP dan Perang Iran Vs Israel-AS

Oleh : KH. Abdussalam Shohib
MINGGU, 08 MARET 2026 | 07:43 WIB

JUMAT malam, 6 Maret 2026, PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Qur’an, penutupan khataman kitab di bulan Ramadhan, terangkai Do’a untuk Bangsa Iran. 

Kegiatan ini tidak hanya ungkapan rasa empati untuk rakyat Iran dan Palestina, tapi juga dukungan, baik atas nama kemanusiaan dan keadilan, terutama sesama saudara muslim di dunia.  

Mereka menjadi korban dari agresi dan arogansi Israel-AS, terutama setelah pemimpin tertinggi Iran dan keluarganya, ratusan siswi SD dan warga sipil menjadi syahid dari rudal brutal zionis Israel dan AS. Sedangkan di Palestina, korban kebrutalan zionis Israel terus berjatuhan di Tepi Barat, bahkan di Gaza yang sudah terikat perjanjian damai. 


Diketahui bersama beberapa waktu terakhir, darah muslim tertumpah di kawasan timur tengah. Rasa kemanusiaan dari perspektif agama dan sosial, runtuh terjatuh di titik nadir. Bulan suci Ramadhan di seluruh dunia yang semestinya tenang untuk beribadah, saling berdekatan dan bersolidaritas untuk kemanusiaan justru ternoda darah perang yang dipicu keangkuhan zionis Israel-Amerika. 

Zionis Israel dibantu AS mulai membombardir Iran (28/2/2026), ditengah muslim menjalankan ibadah ramadhan. Para petinggi militer dan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei dan keluarganya, terbunuh, bersamaan dengan 165 siswi SD di Iran Selatan yang juga tewas; korban perdana rudal Israel dan AS. 

Biadab karena beberapa alasan. Tindakan brutal tidak beradab itu terjadi karena dilakukan ditengah mediasi konflik AS-Iran oleh mediator pemerintah Oman. Menyerang kedaulatan Iran secara militer tanpa alasan yang dibenarkan hukum Internasional, dilakukan saat umat Islam Iran menjalankan ibadah ramadhan, dan serangan sporadis itu telah memakan banyak korban sipil, terutama anak-anak.
 
Sulit diterima akal sehat. Alasan pemicu serangan militer zionis Israel-AS ke Iran tidak jelas, dan berubah-ubah. Dari Israel, alasan preemtif; menghilangkan ancaman dari Iran atas eksistensi zionis Israel. Israel memandang Republik Islam Iran sebagai musuh dan sumber penghambat seluruh agenda politik-ekonomi serta kepentingan zionis Israel di kawasan Timur Tengah.  

Bagi AS, alasan awal adalah mengeleminasi program nuklir Iran, kemudian alasan itu berubah menjadi pergantian rezim di Iran setelah diketahui Ayatollah Ali Khemeni, gugur syahid. Karena di kawasan Timur Tengah, hanya Iran-lah, satu-satunya negara berdaulat yang berani, tidak mau tunduk dan tidak bisa dikendalikan oleh adikuasa, Amerika Serikat. Negara selebihnya di kawasan, telah ditundukkan, bahkan menjadi sekutu zionis Israel-AS.   

Seangkuh itu zionis Israel-AS berdalih; mencari pembenaran atas tindakan semena-mena dalam pergaulan dunia. Dan, secongkak itu mereka bersikap antar negara tetangga dan sesama negara berdaulat di komunitas internasional. Dunia semakin melihat, keduanya adalah teroris sesungguhnya dan sumber dari krisis kemanusiaan, kekacauan dan ketidakadilan dunia.

Berkebalikan. Donald Trump menuduh rezim Iran sebagai sponsor terorisme dan radikalisme dunia. Sebuah tuduhan yang jauh dari fakta kebenaran. Padahal, dibalik tuduhan itu ada kekhawatiran serius Zionis Israel-AS terhadap keteguhan eksistensi, ideologi, soliditas rakyat dan kemajuan teknologi militer Republik Islam Iran di kawasan Timur Tengah. 

Tidak heran bila sejarah peradaban Islam mengakui kehebatan bangsa Persia dengan ungkapan masyhur “law ta’allaqo al-ilmu fi aknaafi as-samaai lanaaluhu qoumun min ahli faarisi”. Sebuah gambaran bahwa bilapun ilmu pengetahuan tergantung di langit, suatu bangsa dari Persia (termasuk Iran) akan memperolehnya. Dan, pengembangan ilmu pengetahuan adalah sumber kemajuan peradaban suatu bangsa. 
  
Saat ini, eskalasi perang Zionis Israel-AS vs Iran memuncak hingga menyeret keterlibatan negara-negara timur tengah kedalam konflik. Kenapa ?, karena, pangkalan militer AS yang diincar rudal Iran berada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Irak, dan Kuwait. Bahkan, konfrontasi saling rudal zionis Israel mulai meluas ke Hizbullah, Lebanon. 

Alih-alih deeskalasi, negara-negara di Eropa pun turut diseret dalam konflik. Bandara di Nakhchivan, Azerbaijan dihantam drone. Azerbaijan menuduh Iran, namun Iran membantah terlibat dalam serangan itu. Inggris mendukung AS, tapi tidak mau terlibat langsung. Sedang Spanyol menolak, dan karenanya AS mengancam memutus semua bentuk hubungan. Apa dunia diambang perang dunia ketiga?

Ada apa dengan sengkarut dunia? Padahal, aktor utama dibalik perang Israel-AS vs Iran adalah Benjamin Netanyahu dan Donald Trump. Keduanya juga aktor utama dibalik genosida di Gaza, Palestina. Donald Trump juga bagian dari aktor dibalik perang Ukraina-Rusia. Dan, Benjamin Netanyahu adalah aktor utama dibalik pendudukan Zionis Israel terhadap negara Palestina hingga terjadi genosida di Gaza. 

Dunia terkesan diam tidak berdaya, seakan menutup mata terhadap fakta arogansi zionis Israel-AS. Tidak banyak negara mengutuk tindakan zionis Israel-AS yang memulai perang dan menewaskan Ali Khemenei. Seakan takut dengan adikuasa zionis Israel-AS dan khawatir merusak hubungan. Bila demikian, bagaimana dengan perasaan bangsa dan rakyat Iran?

Hingga saat ini tidak ada sikap resmi pemerintah Indonesia untuk mengutuk atau mengecam tindakan biadab zionis Israel-AS. Indonesia juga terlambat menyampaikan ucapan turut berduka cita atas wafat Ali Hosseini Khemenei. Sikap rakyat Indonesia berbeda, sebagian justru mendukung keberanian Iran membela diri dan membalas serangan Zionis Israel-AS. Itulah keadilan, dalam pikiran dan perasaan rakyat. 

Presiden Prabowo yang biasa lantang bicara kedaulatan negara, seakan tidak bisa menilai dan mengukur fakta kedaulatan negara Iran telah dirusak tindakan brutal zionis Israel-AS. Demikian pula dalam menilai kedaulatan bangsa Palestina dan amanat penderitaan warga Gaza. Indonesia justru masuk BoP Trump yang tujuan dan skema kerjanya jauh dari upaya mengembalikan kedaulatan bangsa dan rakyat Palestina.

Padahal, rakyat Indonesia dalam pergaulan dunia sudah berkehendak. Kehendak itu ada dalam Pembukaan UUD 1945; menegaskan prinsip penghapusan segala bentuk penjajahan karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan keadilan. Dan dalam konteks ini, zionis Israel-AS telah merusak nilai dan harkat kemanusiaan dan keadilan.

Kehendak itu harus diwujudkan dalam sikap dan kebijakan politik pemerintah, ditambah amanat ‘Dasasila Bandung 1955”, komitmen Asia-Afrika yang dimotori Indonesia. Semua itu memberi landasan dan dasar atas perjuangan untuk kemerdekaan, politik bebas aktif serta penolakan terhadap segala bentuk penindasan, monopoli dan kolonialisme.

Jadi, dari semua konteks tersebut, arogansi zionis Israel-AS harus dihentikan karena telah merusak dasar hingga operasional aspek kemanusiaan dan keadilan. Bila tidak dihentikan, perang selalu didepan mata. Ketidakpercayaan yang meluas dan tidak bisa dikendalikan akan mengacaukan tata kelola global, merusak perdamaian serta hubungan kerja bersama-sama. 

Upaya perdamaian dengan memajukan kemanusiaan dan keadilan dalam tata kelola global, harus dilakukan oleh dan melalui lembaga internasional yang sah, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aturan dan hukum internasional menuntut kepatuhan dan ketundukan negara anggota. Dalam konteks ini zionis Israel-AS telah melanggar dan mengabaikan semua aturan.      

Karenanya, Board of Peace (BoP) Trump jelas, bukan lembaga resmi PBB walau mengklaim untuk perdamaian Gaza atas dasar resolusi 2803 PBB. BoP dikontrol sepenuhnya oleh Trump secara pribadi, dan dia memiliki veto atas semua kebijakan BoP. Zionis Israel, Indonesia dan Sekutu AS di Timteng bergabung menjadi anggota BoP. 

Pada konteks ini, kehendak rakyat Indonesia melalui kebijakan politik luar negeri pemerintah atas nama negara, -dalam operasional- tidak bisa diposisikan dan berada dibawah kendali Donald Trump secara pribadi sebagai eksekutif BoP. Apalagi, Trump berkecenderungan segaris dan selalui mengikuti kepentingan serta agenda zionsi Israel.

Indonesia keluar dari BoP adalah pilihan terbaik daripada keukeh memanfaatkan celah sempit dan peluang kecil untuk menyuarakan perjuangan Palestina serta derita Gaza. Indonesia harus menjaga harkat dan martabat negara besar dari peradaban nusantara. Bagaimana bisa menyalakan cahaya damai di ruang gelap arogansi yang dicipta oleh Donald Trump dan zionis Israel. 

Fakta saat ini, Iran satu-satunya negara Islam yang berani melawan dominasi, arogansi dan ketidakadilan adikuasa zionis Israel-AS. Bangkit dan majunya Iran tidak lain karena menyadari atas kebesaran sejarah, keyakinan agama dan kebenaran, ideologi dan orientasi bernegara, ilmu pengetahuan dan soliditas rakyatnya. Walau, Iran diembargo selama 47 tahun.

Perang di banyak tempat kadang membuka tabir bahwa perang bukanlah kehendak rakyatnya. Tapi, dominan memenuhi hasrat, kepentingan elit politik dan sosok pemimpin/penguasa yang berkepribadian tidak stabil, cenderung angkuh, serakah dan merasa superior. Bila demikian, alih-alih kemanusiaan dan keadilan bisa dijalankan, bernegara terancam gagal dan terjerumus perang.

Siapapun yang waras dan cerdas, akan berpegang pada prinsip; tidak ingin dicelakai dan mencelakai, tidak ingin membahayakan diri sendiri apalagi orang lain, dan tidak mau ditipu terlebih menipu. Karenanya berharap dan berdo’a; perang segera berakhir, genosida segera dihentikan,  dan kedaulatan dikembalikan agar kemanusiaan dan keadilan bisa diikhtiarkan.

Penulis merupakan Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya