Berita

Pengamat intelijen dan militer Susaningtyas NH Kertopati. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Pengamat:

Indonesia Jangan Kehilangan Marwah Politik Luar Negeri Bebas Aktif

MINGGU, 08 MARET 2026 | 06:08 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Arah politik luar negeri Indonesia terus menuai sorotan usai Presiden Prabowo Subianto memutuskan bergabung dalam Board of Peace (BoP) yang merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

“Kita jangan kehilangan marwah sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif. Bebas artinya tidak memihak atau non-blok. Indonesia tidak terikat pada pakta militer atau memihak blok kekuatan besar tertentu,” kata pengamat intelijen dan militer Susaningtyas NH Kertopati dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 7 Maret 2026.

Lanjut dia, Indonesia harus berdaulat dalam menentukan sikap dan kebijakan sendiri terhadap permasalahan internasional tanpa intervensi.


Nuning akrab disapa kemudian mengulas makna ‘aktif’ yang menurutnya berarti Indonesia harus berperan dalam perdamaian. 

“Indonesia tidak bersikap pasif atau netral. Sebaliknya, Indonesia secara aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dunia, meredakan konflik, dan menjalin kerja sama internasional. Ini diwujudkan melalui misi perdamaian PBB,” jelasnya.
 
Maka dari itu, mantan Anggota Komisi DPR ini menyebut peran Indonesia harus jelas dalam konflik AS-Israel vs Iran. 

“Bisa saja pemerintah Indonesia mengambil peran sebagai mediator aktif (honest broker) yang netral, fokus pada de-eskalasi, dan mengutamakan diplomasi kemanusiaan. Tetapi kita juga harus tepat menempatkan diri agar tidak berdampak negatif bagi Indonesia,” imbuhnya.
 
“Dalam diplomasi, Indonesia perlu berperan aktif di PBB untuk menghentikan perang dan mencegah dampak konflik yang lebih luas, termasuk potensi kenaikan harga energi,” pungkas Nuning.
 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya