Berita

Mulawarman Hannase. (Foto: YouTube TV One)

Politik

Pengamat Timteng: Perang Hanya Memperburuk Keadaan Rakyat

MINGGU, 08 MARET 2026 | 04:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memasuki pekan kedua setelah serangan udara besar-besaran pada akhir Februari telah memperluas ketegangan regional dan menimbulkan dampak serius bagi stabilitas kawasan hingga ekonomi dunia. 

Menurut pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Mulawarman Hannase, eskalasi militer yang terus berlanjut termasuk tuntutan Amerika Serikat terhadap penyerahan tanpa syarat dan balasan rudal serta drone Iran menunjukkan bahwa perang semata-mata tidak mungkin menyelesaikan akar permasalahan yang kompleks. 

“Pergerakan menuju perang hanya akan semakin memperburuk penderitaan rakyat, baik sipil maupun militer, dan meningkatkan risiko konflik regional yang tak terkendali,” ujar Hannase dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 7 Maret 2026.


Ia menekankan data dampak konflik yang sudah mencatat ribuan serangan udara dan ratusan rudal, serta lonjakan harga energi global akibat gangguan di Selat Hormuz, sebagai indikator bahwa konflik ini menyentuh bukan hanya keamanan, tetapi juga ekonomi global. 

Lanjut Hannase, keadaan seperti ini menunjukkan urgensi dialog dan penyelesaian diplomatik, karena berkepanjangan konflik militer justru membuka risiko lebih besar daripada manfaat strategis jangka pendek.

Ia juga menyebut bahwa upaya perundingan tidak boleh hilang sama sekali. Sejumlah negosiasi tidak langsung, termasuk pembicaraan yang dimediasi oleh negara ketiga, menunjukkan bahwa ada jalur diplomasi yang masih bisa dimanfaatkan sebelum konflik semakin meluas. 

“Diplomasi bukan tanda kelemahan, tetapi jalan untuk menyelamatkan nyawa dan stabilitas regional,” tegasnya.

Lalu siapa yang bisa menginisiasi perundingan pihak yang berperang saat ini? Hannase menekankan bahwa semua pihak perlu mendukung adanya upaya diplomasi multilateral yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan melibatkan negara-negara besar serta organisasi regional seperti OKI (Organisasi Konferensi Islam) dan Liga Arab untuk membuka jalur perundingan damai sejati. 

Pernyataan ini sejalan dengan seruan global yang menekankan penghormatan terhadap hukum internasional dan upaya diplomatik sebagai jalan utama mengakhiri permusuhan.

“Bangsa-bangsa besar seperti Cina, Rusia, India, Indonesia, PBB, OKI, dan Liga Arab memiliki kapasitas moral dan geopolitik untuk memfasilitasi dialog antara semua pihak yang terlibat yaitu Amerika, Israel, dan Iran. Tanpa inisiatif ini, konflik hanya akan terus membesar, mencederai kehidupan sipil, dan merusak stabilitas global,” bebernya.

Ia juga mengingatkan bahwa proses negosiasi dan mediasi sebelumnya tidak harus berhenti, bahkan dalam kondisi konflik militer yang intens. 

“Kita pernah melihat negosiasi pelucutan nuklir antara AS dan Iran pada 2025?"2026 yang dimediasi oleh negara ketiga seperti Oman meskipun konflik terbaru menghentikan proses tersebut, ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih mungkin dibuka kembali,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya