Berita

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Foto: Dokumentasi BBC)

Dunia

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

MINGGU, 08 MARET 2026 | 01:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga di Timur Tengah setelah serangan balasan Teheran berdampak pada wilayah beberapa negara Arab.

Permintaan maaf itu disampaikan Pezeshkian di tengah eskalasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu, 7 Maret 2026, Pezeshkian mengakui bahwa sejumlah serangan balasan Iran sempat mengenai wilayah negara tetangga.


“Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran,” ujar Pezeshkian seperti dikutip AFP.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak berniat menjadikan negara-negara Arab sebagai target. Menurutnya, dewan kepemimpinan sementara Iran telah memutuskan untuk menghentikan serangan ke negara tetangga kecuali jika ancaman terhadap Teheran berasal dari wilayah mereka.

“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut,” jelasnya.

Saat ini Iran dipimpin oleh dewan kepemimpinan sementara setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pekan lalu yang memicu perang di kawasan.

Meski menyampaikan permintaan maaf kepada negara tetangga, Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan menyerah kepada Israel maupun AS.

“Musuh-musuh Iran harus membawa keinginan mereka untuk penyerahan tanpa syarat rakyat Iran ke kuburan mereka,” tegasnya.

Setelah itu, Iran melanjutkan serangan balasannya yang menargetkan Israel serta sejumlah aset militer AS di Timur Tengah. Beberapa laporan menyebut wilayah di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait sempat menjadi sasaran serangan drone.

Operasional di Bandara Internasional Dubai bahkan sempat dihentikan sementara setelah pencegatan proyektil memicu kepulan asap di sekitar kawasan bandara.

Data dari Flightradar24 menunjukkan sejumlah pesawat harus berputar di udara dalam pola menunggu (holding pattern) sebelum mendapatkan izin mendarat di Dubai.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya