Berita

Pendiri sekaligus Koordinator Formasi, Gildas Deograt (kiri ke dua) di peringatan Hari Kebudayaan Keamanan Informasi (HKKI) di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Saatnya Indonesia Mandiri Teknologi di Tengah Konflik Geopolitik

SABTU, 07 MARET 2026 | 22:37 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Forum Kemandirian Siber Indonesia (Formasi) menggaungkan pentingnya kedaulatan digital di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. 

Pendiri sekaligus Koordinator Formasi, Gildas Deograt, menilai perkembangan geopolitik global membuat isu kedaulatan digital semakin mendesak bagi Indonesia.

“Kita harus berjuang kembali merebut kedaulatan dan kemerdekaan. Jadi kita berjuang bersama sejak 20-an tahun lalu hingga sekarang. Dengan geopolitik yang ada, kondisi ini sudah semakin mendesak,” kata Gildas di peringatan Hari Kebudayaan Keamanan Informasi (HKKI) di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.


Ia menegaskan, jalan menuju kedaulatan digital hanya bisa dicapai jika bangsa Indonesia mulai mandiri dalam penggunaan teknologi.

“Dan hanya ada satu cara, kita sebagai bangsa beramai-ramai memilih untuk mandiri. Dalam artian menggunakan produk dan layanan yang diproduksi oleh bangsa kita,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah saat ini berada dalam posisi yang tidak mudah untuk memaksakan kewajiban penggunaan produk dalam negeri.

“Karena pemerintah sedang dalam posisi sulit untuk mengharuskan atau mewajibkan. Jadi ini harus menjadi pilihan bersama sebagai bangsa,” tegasnya.

Formasi pun berencana mengajukan usulan resmi ke Presiden Prabowo Subianto agar tanggal 7 Maret ditetapkan sebagai hari nasional terkait keamanan siber.

Gagasan tersebut bertujuan agar kesadaran publik terhadap kedaulatan siber semakin kuat.

"Rencana ini supaya kita bersama-sama di tahun 2045 kemerdekaan bisa berdaulat di batasan digital," tutupnya

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya