Berita

Petugas tengah mengecek insfrastuktur jaringan gas (foto:PGN)

Bisnis

Tahun 2025 Laba EBITDA PGN Tembus 971 Juta Dolar AS

SABTU, 07 MARET 2026 | 20:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat laba EBITDA sekitar 971 juta Dolar AS pada 2025 dengan arus kas operasional mencapai 657 juta Dolar AS. Kinerja ini mencerminkan fundamental operasional PGN tetap kuat di tengah dinamika industri energi.

Sepanjang tahun 2025, PGN mencatatkan volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD. Sementara volume transmisi gas bumi naik 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD dibanding tahun sebelumnya, seiring meningkatnya penyerapan pelanggan.

Kinerja operasional juga diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17 persen dan berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik.


Sedangkan di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting. Sepanjang tahun 2025, PGN terus memperluas infrastruktur gas bumi dengan menambah lebih dari 230 km jaringan pipa distribusi jargas, serta menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84 persen.

“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, Sabtu, 7 Maret 2026.

Ia menjelaskan, PGN menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis.

Kontribusi anak perusahaan dan afiliasi turut menguat dengan volume pemrosesan LPG sebesar 117 metrik ton per hari (naik 8 persen). Sedangkan pencapaian lifting minyak dan gas sebesar 17.519 BOEPD. Pada segmen LNG Trading Internasional, PGN berhasil mengirim tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar internasional sepanjang 2025.

Dalam laporan keuangan 2025, Perseroan mengalami penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu yang dipengaruhi perubahan asumsi cadangan. Langkah tersebut dilakukan sesuai standar akuntansi dan regulasi migas yang berlaku sebagai bentuk kehatihatian dan transparansi.

Selain memperkuat operasional, PGN menjalankan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya, optimalisasi kas, serta pengelolaan portfolio yang prudent. Pada tahun 2025, beban umum dan administrasi menurun 33,3 juta Dolar AS atau sekitar 17 persen dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) juga meningkat menjadi sebesar 76,4 juta Dolar AS.

Didukung penguatan operasional dan keuangan yang disiplin, PGN membukukan pendapatan mencapai 3,9 miliar Dolar AS pada tahun 2025, meningkat 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Pencapaian laba operasi tercatat 519,6 juta Dolar AS, sedangkan laba bersih mencapai 215,4 juta Dolar AS yang dipengaruhi oleh penyesuaian nilai aset hulu yang bersifat non-cash.

“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya