Ilustrasi THR (Sumber: Freepik)
Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh pekerja menjelang hari raya. Selain membantu memenuhi kebutuhan selama perayaan, THR juga sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain, mulai dari belanja, mudik, hingga menabung.
Tanpa pengelolaan yang tepat, dana THR bisa habis dalam waktu singkat. Banyak orang menggunakan THR secara impulsif untuk berbelanja tanpa perencanaan, sehingga setelah hari raya justru mengalami kesulitan keuangan.
Penting untuk mengetahui cara kelola THR 2026 dengan bijak agar dana yang diterima tidak hanya habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi juga bisa memberikan manfaat jangka panjang. Melansir laman Media Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, berikut berapa tips dan cara mengelola THR 2026 agar lebih bermanfaat.
1. Catat PengeluaranLangkah pertama dalam mengelola THR adalah mencatat rencana pengeluaran secara rinci. Dengan membuat daftar kebutuhan, Anda dapat mengetahui berapa besar dana yang diperlukan untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan Lebaran, mudik, hingga berbagi dengan keluarga.
Pencatatan pengeluaran juga membantu mengontrol penggunaan uang agar tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Cara ini membuat penggunaan THR lebih terarah dan meminimalkan risiko pemborosan.
2. Sisihkan untuk InvestasiSelain digunakan untuk kebutuhan hari raya, sebagian THR sebaiknya dialokasikan untuk investasi. Sisihkan sebagian dana untuk instrumen investasi seperti emas, reksa dana, atau saham dapat membantu mengembangkan nilai uang di masa depan.
Meskipun jumlahnya tidak harus besar, kebiasaan menyisihkan dana untuk investasi dari THR dapat menjadi langkah awal membangun keuangan yang lebih sehat.
3. Membayar Zakat dan Kewajiban LainBagi umat Muslim, THR juga dapat dimanfaatkan untuk menunaikan kewajiban seperti zakat. Zakat fitrah maupun sedekah dari sebagian rezeki yang diterima merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus kewajiban agama.
Selain zakat, THR juga bisa digunakan untuk melunasi kewajiban lain seperti utang atau tagihan yang tertunda agar kondisi keuangan menjadi lebih ringan setelah Lebaran.
4. Hindari Belanja ImpulsifSalah satu penyebab THR cepat habis adalah kebiasaan belanja impulsif. Banyak promo dan diskon menjelang hari raya yang sering kali membuat orang membeli barang di luar kebutuhan.
Agar THR tidak cepat habis, penting untuk tetap berpegang pada daftar kebutuhan yang telah dibuat sebelumnya. Prioritaskan pengeluaran yang benar-benar diperlukan dan hindari membeli barang hanya karena tergoda promo.
5. Perkuat Dana Darurat dan Dana PensiunTHR juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan jangka panjang, salah satunya dengan menambah dana darurat. Dana darurat sangat penting untuk menghadapi situasi tak terduga seperti kebutuhan kesehatan atau kehilangan pekerjaan.
Selain itu, sebagian THR juga dapat dialokasikan untuk tabungan atau dana pensiun agar persiapan keuangan di masa depan menjadi lebih matang.