Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Global

Dampak Perang Iran, Harga BBM Luksemburg Naik Dua Kali dalam Sepekan

SABTU, 07 MARET 2026 | 13:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dampak konflik di Timur Tengah mulai terasa hingga ke Eropa. Di Luksemburg, harga bahan bakar kembali naik untuk kedua kalinya dalam satu minggu setelah ketegangan meningkat akibat serangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pemerintah Luksemburg mengumumkan bahwa kenaikan harga terbaru akan mulai berlaku pada Sabtu, 7 Maret 2026, dini hari waktu setempat. Kenaikan ini terutama terjadi pada harga solar dan minyak pemanas.

Dikutip dari Luxembourg Times, harga solar akan naik sebesar 7,6 sen per liter, sehingga menjadi sedikit di atas 1,77 Euro (sekitar Rp34.800) per liter. Sebelumnya, pemerintah juga sudah menaikkan harga sebesar 21 sen per liter pada Rabu malam.


Lonjakan juga terjadi pada minyak pemanas, yang akan naik 7,9 sen per liter menjadi 1,224 Euro. Sebelumnya, harga minyak pemanas juga sudah naik 22,3 sen per liter pada pertengahan pekan. Dengan kenaikan tersebut, harga solar dan minyak pemanas kini mencapai level tertinggi sejak akhir 2022, yaitu tahun pertama invasi besar Rusia ke Ukraina.

Sementara itu, harga bensin di Luksemburg masih relatif lebih stabil dibanding solar.

Mulai Sabtu, harga bensin Super 98 tetap berada di 1,648 Euro per liter setelah sebelumnya naik 3,1 sen di awal pekan. Sedangkan bensin Super 95 akan dijual sekitar 1,567 Euro per liter, naik 4,5 sen per liter.

Kenaikan harga energi ini berkaitan langsung dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pekan lalu memicu serangan balasan dari Teheran dan meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global.

Salah satu jalur paling penting bagi perdagangan minyak dunia adalah Selat Hormuz, yang berada di antara Iran dan Oman. Jalur ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Dalam beberapa hari terakhir, ekspor bahan bakar melalui selat tersebut hampir terhenti akibat meningkatnya konflik di kawasan itu.

Akibatnya, harga minyak dunia melonjak dan mulai berdampak pada harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Luksemburg.

Meski demikian, kelompok pemasok minyak bumi di Luksemburg menyatakan bahwa pasokan bahan bakar di dalam negeri masih mencukupi untuk saat ini, sehingga tidak ada kekhawatiran terhadap kekurangan stok dalam waktu dekat.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya