Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Laju Harga Emas Tertahan Dolar AS

SABTU, 07 MARET 2026 | 11:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia menunjukkan perlawanan pada penutupan perdagangan akhir pekan, merespons rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan. 

Meski berhasil rebound di akhir pekan, sang logam mulia tetap mencatatkan raport merah mingguan untuk pertama kalinya dalam lima pekan terakhir akibat keperkasaan Dolar AS.

Pasar dikejutkan oleh data Nonfarm Payrolls (NFP) yang menunjukkan hilangnya 92.000 pekerjaan pada bulan lalu, berbanding terbalik dengan prediksi ekonom yang mengharapkan pertumbuhan 59.000 pekerjaan. Angka pengangguran pun merangkak naik ke level 4,4 persen.


Kondisi ini memicu kekhawatiran akan fenomena stagflasi, di mana pertumbuhan ekonomi melambat namun upah tetap tinggi. 

Emas spot naik 1,4 persen menjadi 5.149,14 per ons pada Jumat waktu New York, atau Sabtu dini hari, 7 Maret 2026. Namun turun 2,4 persen minggu ini. 

Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik 1,6 persen pada level 5.158,70 Dolar AS.

Perak spot naik 2,6 persen menjadi 84,30 Dolar AS per ons. Platinum spot naik 0,5 persen di leel 2.131,50 Dolar AS. Semua logam tersebut menuju penurunan mingguan.

Meskipun konflik di Timur Tengah semakin memanas—ditandai dengan serangan masif Israel ke Beirut dan ketegangan dengan Iran—emas kesulitan mempertahankan momentum. 

Indeks Dolar AS menuju kenaikan mingguan terkuatnya dalam setahun. Sebagai aset safe-haven saingan, penguatan Dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global.

Berdasarkan data CME FedWatch, Federal Reserve diperkirakan masih akan menahan suku bunga pada pertemuan 18 Maret mendatang, dengan peluang pemangkasan baru terbuka pada Juli.

Di sisi lain, perang yang berkecamuk membuat harga minyak mentah melonjak tajam, menyerupai pola saat awal invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022. Kenaikan harga energi ini kembali memicu kekhawatiran inflasi jangka panjang, yang secara historis menjadi katalis positif bagi emas.

Secara keseluruhan, meskipun minggu ini penuh tekanan, emas tetap mempertahankan performa gemilang sepanjang tahun berjalan dengan kenaikan total lebih dari 18 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya