Berita

Ilustrasi Dolar AS (Artificial Inteligence)

Bisnis

Indeks Dolar Menuju Kenaikan Mingguan Tertajam Sejak 2024

SABTU, 07 MARET 2026 | 09:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dominasi Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar uang New York tak tergoyahkan dalam sesi perdagangan Jumat 6 Maret 2026 waktu setempat. 

Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, saat ini berada di level 99,03. 

Meski bergerak sedikit stabil di perdagangan harian, indeks ini berada dalam jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 1,4 persen, performa mingguan terkuat yang pernah tercatat sejak November 2024.


Penguatan signifikan ini didorong oleh status Dolar sebagai aset aman (safe-haven) di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. 

Beberapa poin krusial yang menopang reli Dolar meliputi risiko inflasi energi, pembalikan ekspektasi suku bunga, dan sentimen risk-off. 

Ketegangan antara AS-Israel dan Iran telah melambungkan harga minyak. Hal ini memicu kekhawatiran inflasi global, yang secara historis menguntungkan Dolar karena memperketat ekspektasi kebijakan moneter.

Lonjakan harga energi memaksa pasar menilai ulang langkah Federal Reserve. Analis IG, Tony Sycamore, mencatat bahwa konflik yang berkelanjutan dapat menutup peluang pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat, sehingga menjaga imbal hasil dolar tetap tinggi.

Investor cenderung menghindari mata uang berisiko dan beralih ke likuiditas dolar. Nathan Swami dari Citi menyebutkan adanya aktivitas beli dolar yang masif oleh penyedia lindung nilai sejak konflik pecah.

Kekuatan dolar telah memberikan tekanan berat pada mata uang G10 lainnya. 

Euro berada pada level 1,161 Dolar AS dan bersiap untuk penurunan 1,7 persen minggu ini. Yen turun 0,2 persen menjadi 157,83 per Dolar AS. Sterling naik tipis 0,02 persen menjadi 1,3358 Dolar AS.

Meskipun geopolitik menjadi nakhoda utama penggerak pasar, investor kini mulai mengalihkan perhatian pada rilis data ekonomi AS untuk mengonfirmasi ketangguhan Dolar.

Data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap stabil dengan penurunan angka PHK pada Februari. Laporan pekerjaan hari Jumat diprediksi akan menambah 59.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran stabil di 4,3 persen.

Jika data tenaga kerja tetap solid, hal ini akan memberikan alasan tambahan bagi dolar untuk mempertahankan posisinya di level tinggi, karena Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga di tengah bayang-bayang inflasi perang.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya