Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Terancam Tembus 150 Dolar AS per Barel

SABTU, 07 MARET 2026 | 08:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia terus melonjak tajam di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang semakin meluas di Timur Tengah, terutama setelah jalur penting pengiriman minyak di Selat Hormuz tertutup.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 7 Maret 2026, pada perdagangan Jumat, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 12 persen. Kontrak WTI ditutup di level 90,90 Dolar AS per barel atau naik 9,89 Dolar AS atau 12,21 persen. 

Sementara minyak mentah Brent yang menjadi acuan global juga naik tajam dan ditutup di 92,69 Dolar AS per barel, melonjak 7,28 Dolar AS atau 8,52 persen.


Lonjakan ini membuat harga WTI berada di level tertinggi sejak September 2023, sedangkan Brent untuk pertama kalinya kembali diperdagangkan di sekitar 90 Dolar AS sejak April 2024.

Kenaikan harga minyak dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi dari Timur Tengah sejak Iran menghentikan pergerakan kapal tanker yang melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang setiap harinya mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Penutupan jalur tersebut selama sekitar satu minggu membuat sekitar 140 juta barel minyak yang seharusnya masuk ke pasar global tidak dapat dikirim. Jumlah itu setara dengan sekitar 1,4 hari konsumsi minyak dunia, sehingga langsung memicu kepanikan di pasar energi.

Kondisi ini membuat para pembeli minyak mencari pasokan alternatif, dan AS menjadi salah satu sumber utama. Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan perusahaan kilang dan rumah perdagangan energi kini berlomba mencari minyak dari sumber lain.

“Para kilang dan perusahaan perdagangan sedang mencari pasokan alternatif, dan Amerika Serikat adalah produsen terbesar,” kata Staunovo.

Lonjakan harga minyak mentah AS bahkan sempat melampaui kenaikan Brent selama dua hari berturut-turut. Hal ini terjadi karena permintaan terhadap minyak dari Amerika meningkat seiring terganggunya pasokan dari Timur Tengah.

Selain gangguan pengiriman, konflik juga mulai merambat ke wilayah produksi energi utama di Timur Tengah. Sejumlah fasilitas energi, termasuk kilang dan pabrik gas alam cair (LNG), dilaporkan mengalami gangguan operasional akibat meningkatnya ketegangan militer.

Beberapa analis bahkan memperkirakan harga minyak bisa melonjak jauh lebih tinggi jika krisis ini terus berlanjut. Menteri Energi Qatar dalam wawancara dengan Financial Times mengatakan para produsen energi di kawasan Teluk berpotensi menghentikan ekspor dalam beberapa minggu ke depan. Jika itu terjadi, harga minyak bisa melonjak hingga 150 Dolar AS per barel.

Analis Again Capital, John Kilduff, juga melihat skenario kenaikan harga minyak semakin nyata.
“Skenario terburuk sedang berkembang di depan mata kita. Saya pikir proyeksi harga minyak 100 Dolar AS per barel kemungkinan besar akan terjadi,” ujarnya.

Meski harga energi melonjak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya tidak terlalu khawatir terhadap kenaikan harga bensin di negaranya. Dalam wawancara dengan Reuters, Trump menyatakan bahwa lonjakan harga adalah konsekuensi yang harus diterima.

“Jika harga naik, ya naik saja,” kata Trump.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya