Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

SABTU, 07 MARET 2026 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah setelah harga minyak melonjak tajam dan data pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan ekonomi. 

Dikutip dari Reuters, Sabtu 7 Maret 2026, pada penutupan perdagangan Jumat, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,95 persen ke level 47.501,55. Indeks S&P 500 turun 1,33 persen ke 6.740,00, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,59 persen menjadi 22.387,68. 

Tekanan di pasar muncul setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen, dipicu antara lain oleh pemogokan pekerja sektor kesehatan serta cuaca musim dingin yang ekstrem. Data ini memunculkan kekhawatiran bahwa ekonomi Amerika mulai mendingin.


Konflik geopolitik di Timur Tengah memperburuk sentimen pasar. Harga minyak melonjak tajam setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Qatar bahkan memperingatkan bahwa harga minyak berpotensi melonjak hingga 150 dolar per barel.

Kepala strategi pasar di Man Group, Kristina Hooper, mengatakan konflik di Timur Tengah kemungkinan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya sehingga mendorong harga minyak semakin tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar apakah bank sentral AS masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga.

Kenaikan harga minyak juga meningkatkan volatilitas di pasar keuangan. Indeks volatilitas Cboe (VIX), yang sering disebut sebagai indikator ketakutan di Wall Street, melonjak 5,74 poin menjadi 29,49, level penutupan tertinggi sejak April 2022.

Lonjakan harga energi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kenaikan biaya produksi perusahaan yang pada akhirnya dapat menekan laba. Sektor perbankan ikut terdampak, dengan indeks saham bank dalam S&P 500 turun 2,03 persen.

Beberapa saham mengalami pergerakan besar. Saham BlackRock anjlok 7,1 persen setelah perusahaan membatasi penarikan dana dari salah satu dana kredit swastanya. Western Alliance jatuh 8,4 persen setelah menggugat Jefferies terkait pembayaran pinjaman yang terkait dengan pemasok suku cadang mobil bangkrut, First Brands Group. Saham Jefferies sendiri merosot 13,5 persen.

Sektor perjalanan juga terpukul karena kenaikan biaya bahan bakar. Indeks saham maskapai penumpang dalam S&P 500 turun 4,07 persen. Sebaliknya, saham sektor energi naik tipis 0,13 persen karena investor memperkirakan perusahaan energi akan diuntungkan dari lonjakan harga minyak.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya