Berita

Ilustrasi

Politik

Jaga Stok, Pemerintah Diminta Maksimalkan Alternatif Impor BBM

JUMAT, 06 MARET 2026 | 15:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berakibat pada stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, diharap bisa ditanggulangi dengan memaksimalkan alternatif impor dari sejumlah negara.

Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmi Radhi menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patut kiranya mencukupi stok BBM, mengingat stok yang ada hanya mencukupi 21 hari.

“Saya kira 21 hari itu kalau kondisinya normal, dengan kondisi dinamis yang perang semacam ini, kemudian juga dalam menghadapi hari raya dalam beberapa hari lagi, saya kira saya perkirakan itu gak akan mencukupi, sehingga perlu tambahan sampai stok aman,” ujar Fahmi dalam keterangannya, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.


Dia memandang, tertutupnya salah satu jalur terbesar untuk distribusi minyak dunia, yaitu Selat Hormuz akibat peperangan yang terjadi, tidak lantas Indonesia tidak memiliki solusi.

“Dalam konteks supply, meskipun Selat Hormuz itu sudah ditutup, saya kira Indonesia masih punya alternatif lain impor,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fahmi menyebutkan sejumlah negara yang bisa menjadi important alternatif Indonesia, agar stok dalam negeri bisa tercukupi, karena tidak melalui zona merah peperangan. 

“Apakah dari Afrika atau dari Amerika yang tidak melewati Selat Hormuz, atau bisa juga beli di pasar sport di Singapura,” demikian Fahmi mengurai.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya