Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Selat Hormuz Lumpuh, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 9 Persen

JUMAT, 06 MARET 2026 | 09:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia terus merangkak naik dipicu kekhawatiran adanya gangguan pasokan energi global akibat meluasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. 

Dikutip dari Reuters, Jumat 6 Maret 2026, pada penutupan perdagangan Kamis, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 6,35 Dolar AS atau sekitar 8,51 persen menjadi 81,01 Dolar AS per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak Juli 2024. 

Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai acuan global naik 4,01 dolar AS atau sekitar 4,93 persen menjadi 85,41 Dolar AS per barel. Kenaikan tersebut menandai lima hari perdagangan berturut-turut harga minyak menguat.


Lonjakan harga terjadi setelah konflik antara AS-Israel dan Iran mengganggu jalur pasokan energi dunia. Sejumlah negara produsen minyak mulai mengurangi produksi karena kesulitan ekspor dan distribusi.

Irak, misalnya, menghentikan sekitar 1,5 juta barel produksi minyak per hari. Penghentian ini terjadi karena tangki penyimpanan hampir penuh sementara kapal tanker tidak bisa mengangkut minyak keluar. Hal serupa juga terjadi di Qatar yang terpaksa menghentikan produksi gas alam cair (LNG) karena kapal pengangkut tidak dapat melewati jalur pelayaran utama.

Gangguan ini terjadi di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut hampir berhenti setelah konflik pecah, sehingga ratusan kapal tanker tertahan dan tidak dapat keluar masuk wilayah tersebut.

Selain itu, serangan terhadap kapal tanker minyak di kawasan Teluk juga terus terjadi. Sebuah kapal tanker berbendera Bahama dilaporkan mengalami kerusakan lambung akibat ledakan di dekat pelabuhan Khor al Zubair, Irak. Insiden ini semakin memperburuk kekhawatiran pasar terhadap keamanan pasokan energi.

Di sisi lain, sejumlah kilang minyak di Timur Tengah, China, dan India juga menghentikan sebagian operasinya akibat konflik tersebut. Kondisi ini membuat pasokan bahan bakar semakin ketat. Akibatnya, harga kontrak berjangka solar di Amerika melonjak sekitar 10 persen hingga menembus lebih dari 3,60 Dolar AS per galon.

Analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik jika gangguan di Selat Hormuz terus berlangsung. Selain karena produksi yang terhenti, proses pemulihan distribusi minyak juga diperkirakan tidak bisa berlangsung cepat meski jalur pelayaran nantinya kembali dibuka.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya