Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Berguguran di Hari Keenam Perang Iran

JUMAT, 06 MARET 2026 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks utama di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 5 Maret 2026, seiring meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah yang telah memasuki hari keenam. 

Dikutip dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 784,67 poin atau 1,61 persen ke level 47.954,74. Sementara S&P 500 melemah 0,56 persen menjadi 6.830,71 dan Nasdaq Composite turun 0,26 persen ke posisi 22.748,99.

Tekanan pada pasar saham dipicu oleh melonjaknya harga minyak setelah muncul kekhawatiran gangguan pasokan energi di kawasan Timur Tengah. Ancaman serangan rudal dan drone di sekitar Selat Hormuz membuat lalu lintas kapal tanker minyak berkurang drastis. Jalur ini merupakan salah satu titik paling penting bagi distribusi energi global.


Akibatnya, harga minyak mentah Amerika Serikat melonjak sekitar 8,5 persen menjadi 81 dolar AS per barel, tertinggi sejak Juli 2024. Sementara minyak mentah acuan global Brent naik 4,9 persen menjadi 85,41 dolar AS per barel. 

Kenaikan tajam ini meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi bisa kembali naik dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

“Lihat saja harga minyak hari ini, itu sudah menjelaskan mengapa pasar saham turun,” kata Michael Antonelli, ahli strategi pasar di Baird Private Wealth Management. 

Ia menilai pasar saat ini masih mencoba memahami seberapa lama konflik tersebut akan berlangsung.

Meski sebagian besar sektor melemah, saham energi justru mendapat dorongan dari lonjakan harga minyak. Indeks energi di S&P 500 naik sekitar 0,6 persen, dengan saham Chevron melonjak 3,9 persen. 

Sektor teknologi juga sedikit menahan penurunan pasar setelah saham Broadcom naik 4,8 persen karena perusahaan tersebut memperkirakan pendapatan chip kecerdasan buatan dapat melampaui 100 miliar Dolar AS tahun depan.

Sebaliknya, sektor yang sensitif terhadap biaya energi mengalami tekanan. Saham maskapai penerbangan turun tajam, termasuk Southwest Airlines yang anjlok 5,4 persen. Saham perbankan besar seperti JPMorgan Chase dan Goldman Sachs juga melemah sehingga membebani indeks Dow Jones.

Di sisi lain, data ekonomi terbaru menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran tidak berubah pada pekan lalu. 

Investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis dalam waktu dekat untuk melihat apakah kondisi pasar tenaga kerja masih cukup kuat, yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga oleh Federal Reserve.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya