Berita

Nusantara Sharia Economic Forum (NUSHAF) 2026 di Nusantara Studio, NT Tower, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026. (Foto: Dok. BPKH)

Bisnis

BPKH Perkuat Ekonomi Syariah Lewat Pengelolaan Dana Haji

KAMIS, 05 MARET 2026 | 10:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui pengelolaan dana haji yang amanah, transparan, dan produktif.

Komitmen ini disampaikan dalam Nusantara Sharia Economic Forum (NUSHAF) 2026 di Nusantara Studio, NT Tower, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menjadi narasumber pada sesi penguatan ekosistem keuangan syariah dan menekankan bahwa dana haji merupakan instrumen strategis bagi ekonomi nasional.


BPKH kini mengelola dana haji Rp181 triliun yang ditempatkan pada instrumen syariah seperti SBSN, perbankan syariah, dan investasi ekosistem haji-umrah dengan prinsip kehati-hatian.

Fadlul menyoroti tata kelola sebagai fondasi utama dengan tingkat tindak lanjut rekomendasi BPK mencapai 95 persen.

“BPKH berkomitmen memastikan dana haji dikelola secara aman, transparan, dan produktif,” ujar Fadlul.

BPKH mendorong integrasi potensi ekonomi haji-umrah yang mencakup sektor keuangan, logistik, akomodasi, konsumsi, farmasi, dan UMKM halal.

Forum ini juga membahas literasi keuangan syariah, harmonisasi regulasi, serta pengembangan instrumen baru melalui kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan ini dihadiri menteri, pejabat publik, serta perwakilan lembaga dan industri halal.

BPKH terus fokus pada pengelolaan dana haji yang berorientasi pada kemaslahatan, peningkatan nilai, serta penguatan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya