Berita

Ketua MPP PKS Mulyanto (Foto: Dokumen Fraksi PKS)

Politik

PKS Minta Pemerintah Hindari Kenaikan Harga BBM Langsung

KAMIS, 05 MARET 2026 | 10:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di kawasan strategis energi global diperkirakan akan menekan struktur APBN secara signifikan.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, meminta pemerintah tidak langsung menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebagai solusi cepat.

Menurut Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 ini, kebijakan kenaikan harga BBM memang bisa menahan pelebaran defisit, tetapi dampaknya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat akan langsung terasa, berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi.


“Kenaikan harga BBM memiliki efek berantai terhadap harga pangan, transportasi, dan biaya produksi. Tekanan ini pada akhirnya membebani rumah tangga kelas menengah dan masyarakat berpenghasilan rendah yang saat ini masih dalam proses pemulihan ekonomi,” ujar Mulyanto kepada wartawan, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menambahkan, tanpa penyesuaian anggaran, kenaikan harga minyak berpotensi mendorong defisit anggaran melampaui batas 3 persen PDB, sesuai batas UU. Namun, solusi atas tekanan tersebut tidak harus dibebankan langsung kepada masyarakat melalui kenaikan harga energi.

Mulyanto menekankan pemerintah perlu mengoptimalkan atau merasionalisasi belanja negara yang tidak prioritas, menjadwal ulang proyek dengan urgensi rendah, serta meningkatkan ketepatan sasaran subsidi. Langkah ini dianggap lebih adil dan tetap menjaga disiplin fiskal tanpa menciptakan guncangan sosial.

“Optimalisasi penerimaan dan kontribusi BUMN energi yang menuai windfall profit harus menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan APBN di tengah volatilitas global,” tegas politisi senior PKS ini.

Ia menambahkan, menjaga kredibilitas fiskal tetap penting, termasuk dalam pengawasan lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings dan Moody’s. Namun, kredibilitas tersebut harus dicapai tanpa mengorbankan stabilitas sosial dan daya beli rakyat.

Mulyanto meminta pemerintah menyampaikan secara terbuka simulasi dampak harga minyak tinggi terhadap APBN serta peta jalan penyesuaian belanja negara.

“Transparansi dan keberanian melakukan reformasi belanja adalah langkah yang lebih bijak dibanding mengambil jalan pintas berupa kenaikan harga BBM,” pungkasnya.

Untuk diketahui, harga minyak Brent telah naik dari 70 Dolar AS ke 83 Dolar AS per barel. Jika harga minyak dunia naik ke kisaran 90-100 Dolar AS per barel, jauh di atas asumsi ICP APBN 2026 sebesar 70 Dolar AS per barel, beban subsidi dan kompensasi energi berpotensi meningkat tajam.

Bila setiap kenaikan 1 Dolar AS memicu menaikkan beban fiskal sekitar Rp3-4 triliun, maka bila harga minyak menyentuh 100 Dolar AS per barel dalam waktu lama, beban fiskal tambahan diperkirakan mencapai Rp120 triliun, cukup besar untuk mendorong defisit anggaran melampaui batas 3 persen PDB.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya