Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Ekonomi Sulit, China Pangkas Target PDB ke Rekor Terendah

KAMIS, 05 MARET 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China resmi menetapkan target pertumbuhan ekonomi (PDB) tahun 2026 di kisaran 4,5 persen hingga 5 persen. Ini menjadi target terendah sejak awal 1990-an. 

Penurunan tersebut menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu masih menghadapi tekanan berat, mulai dari deflasi yang berkepanjangan hingga ketegangan dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Dalam tiga tahun terakhir, Beijing selalu memasang target pertumbuhan sekitar 5 persen. Kini, dengan sasaran yang lebih rendah, pemerintah terlihat lebih berhati-hati menghadapi kondisi global yang tidak menentu serta lemahnya daya beli masyarakat di dalam negeri. Meski ekonomi China tumbuh 5 persen pada 2025, sejumlah indikator menunjukkan perlambatan masih terjadi.


Pemerintah juga mempertahankan target defisit anggaran sekitar 4 persen dari PDB. Angka ini pertama kali ditetapkan pada 2024 dan menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Artinya, pemerintah tetap mengandalkan belanja negara untuk menopang ekonomi, tetapi tidak melakukan stimulus besar-besaran.

Untuk inflasi, targetnya dipatok sekitar 2 persen, level terendah dalam lebih dari 20 tahun. Sepanjang 2025, tekanan harga memang sangat lemah. Inflasi inti hanya naik sekitar 0,7 persen, menandakan konsumsi masyarakat belum benar-benar pulih.

Sebagai langkah dukungan, pemerintah berencana menerbitkan obligasi khusus jangka sangat panjang senilai 1,3 triliun yuan pada 2026, sama seperti tahun sebelumnya. Selain itu, disiapkan dana 250 miliar yuan untuk program tukar tambah barang konsumsi guna mendorong belanja rumah tangga.

Ekonom senior di Economist Intelligence Unit, Tianchen Xu, menilai target tersebut realistis. “Target pertumbuhan tersebut cukup realistis. Ini merupakan pergeseran lebih lanjut dari pola pikir ‘mengutamakan angka’ menuju pola pikir ‘mengutamakan kualitas’,” ujarnya dikutip dari CNBC, Kamis 5 Maret 2026. 

Ia menambahkan, pertumbuhan yang terlalu tinggi tidak selalu baik karena bisa mendorong pejabat daerah melebih-lebihkan capaian ekonomi.

Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah menargetkan tingkat pengangguran perkotaan sekitar 5,5 persen dan penciptaan 12 juta lapangan kerja baru. Namun tantangan masih besar, terutama karena krisis properti yang belum pulih, lemahnya kepercayaan konsumen, serta tingginya utang pemerintah daerah.

Semua target tersebut diumumkan dalam sidang tahunan parlemen China yang dikenal sebagai “Two Sessions”, yang mempertemukan Kongres Rakyat Nasional dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok. Forum ini menjadi momen penting bagi pemerintah untuk menentukan arah kebijakan ekonomi di tengah tekanan dalam dan luar negeri.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya