Berita

Ribuan warga berupa melarikan diri dari Lebanon di tengah meningkatnya serangan Israel (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Al-Jazeera)

Dunia

Israel Siap Gempur Lebanon, Puluhan Ribu Warga Panik Selamatkan Diri

KAMIS, 05 MARET 2026 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serangan militer Israel di Lebanon selatan terus berlanjut dan memicu kepanikan di kalangan warga. Setelah menerima peringatan dari Israel Defense Forces (IDF), puluhan ribu orang dilaporkan meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Dalam pernyataan pada Rabu, 4 Maret 2026, IDF memerintahkan warga sipil di wilayah selatan Lebanon untuk segera mengungsi. Mereka diminta bergerak ke wilayah utara dengan menyeberangi Sungai Litani demi keselamatan.

Perintah evakuasi itu dikeluarkan karena Israel menyatakan akan melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang diduga sebagai posisi milisi Hizbullah. Militer Israel mengeklaim kelompok tersebut menggunakan sejumlah wilayah di selatan Lebanon sebagai basis operasi.


Laporan dari Al-Jazeera yang dikutip Kamis, 5 Maret 2026, menyebutkan puluhan ribu orang dari Beirut mulai bergerak ke utara untuk menghindari serangan udara. Banyak keluarga terlihat terjebak kemacetan panjang di jalan raya menuju ibu kota, ketika mereka berusaha melarikan diri dari wilayah selatan.

Data terbaru dari Kementerian Sosial Lebanon menunjukkan sedikitnya 83.000 orang telah mengungsi sejak Israel kembali melancarkan serangan udara awal pekan ini. Eskalasi konflik terjadi setelah Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel pada Senin, menyusul dimulainya operasi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 72 orang tewas, termasuk tujuh anak-anak, dan 437 lainnya terluka akibat gelombang serangan Israel. Serangan tersebut tidak hanya menyasar wilayah selatan, tetapi juga menghantam beberapa kawasan di ibu kota Beirut. Selain serangan udara, pasukan Israel juga memperluas operasi militernya dengan melancarkan invasi darat ke Lebanon selatan.

Situasi di Beirut dilaporkan semakin tegang. Serangan Israel menghancurkan sedikitnya lima bangunan tempat tinggal di pinggiran selatan kota. Warga juga menerima peringatan melalui telepon untuk segera meninggalkan bangunan mereka.

Seorang jurnalis yang melaporkan dari Beirut menggambarkan suasana yang penuh kepanikan. “Ada jet tempur Israel, dengungan drone yang terus terdengar, dan orang-orang menerima telepon yang memerintahkan mereka untuk mengevakuasi gedung mereka. Ada kekacauan dan kepanikan besar di Lebanon tentang ke mana konflik ini akan mengarah,” lapornya.

Di tengah eskalasi tersebut, Hizbullah menyatakan telah melakukan lebih dari selusin operasi militer terhadap Israel, termasuk peluncuran roket dan bentrokan langsung dengan pasukan Israel. Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dalam pidato yang disiarkan televisi menegaskan kelompoknya tidak akan menyerah dan menuntut Israel menghentikan agresi militer serta menarik pasukannya dari Lebanon selatan.

Badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF, memperingatkan bahwa pertempuran terbaru ini dapat memperburuk krisis kemanusiaan di Lebanon. Sebelum serangan terbaru dimulai, puluhan ribu orang sebenarnya sudah mengungsi akibat konflik sebelumnya. Saat ini lebih dari 12.000 keluarga menempati lebih dari 300 tempat penampungan di seluruh negeri, dan banyak di antaranya sudah penuh.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengatakan pemerintahnya akan berupaya keras mengakhiri perang dan membantu para pengungsi kembali ke rumah mereka. Ia menegaskan bahwa warga sipil yang meninggalkan rumah mereka adalah korban dari konflik yang tidak mereka pilih.

Di tengah krisis tersebut, Presiden Lebanon Joseph Aoun juga meminta AS untuk turun tangan menghentikan serangan Israel. Konflik ini terjadi bersamaan dengan perang yang lebih luas antara Israel, AS, dan Iran, yang semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya