Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Politik

Prabowo Didorong Bangun Blok Asia-Afrika Kembali Berdasar Sosialisme

RABU, 04 MARET 2026 | 01:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang membuat stabilitas kawasan di Timur Tengah makin memanas akibat politik realisme yang dijalankan Donald Trump.

Hal itu disampaikan pengamat politik Rocky Gerung dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Selasa malam, 3 Maret 2026. 

“Kan politik realisme itu yang menyebabkan Donald Trump akhirnya masuk ke wilayah yang berbahaya tuh. Politik realisme itu yang menyebabkan Israel menganggap lebih baik serang duluan daripada menunggu diplomasi bertele tele itu. Jadi realisme menjadi fakta politik global hari ini,” ujar Rocky.


Lanjut akademisi yang dikenal kritis ini, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto harus bisa meredam konflik itu dengan membangun blok sendiri.

“Nah, bagaimana kita menghindari realisme? Ya kita produksi counter feeling force-nya atau polar yang lain, yaitu sosialisme. Yaitu peradaban kemanusiaan, kan itu dasarnya tuh. Jadi sangat baik sebetulnya kalau Presiden Prabowo ambil jarak dari Timur Tengah karena di situ ada politik realisme, kita justru membangun blok baru tuh. Blok yang pernah dibuat oleh Bung Karno, yaitu Asia-Afrika,” imbuhnya.

Menurut Rocky, blok ini pernah digagas Bung Karno pada 1955 hingga periode 1960-an. Dalam sejarahnya, blok tersebut sangat jelas menentang hegemoni Amerika Serikat dan negara-negara barat yang saat itu masih menjalankan politik kolonialisme dan imperialisme.  

“Nah, kita mau coba lihat atau mengusulkan supaya Presiden Prabowo membangun kembali ke Blok Asia-Afrika dengan konsekuensi bahwa Indonesia harus memimpin dalam ide itu kan Bung Karno mulai dengan jembatan Asia-Afrika. Lalu muncul problem global south itu yang ingin mandiri dari negara-negara utara atau negara kapitalis. Dan Indonesia pernah masuk di BRICS, lalu tergoda lagi untuk pergi berguru atau bersama-sama minta diasuh oleh Donald Trump,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya