Berita

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron. (Foto: RMOL)

Bisnis

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

SELASA, 03 MARET 2026 | 23:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dua kapal milik Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di Selat Hormuz dipastikan aman berikut dengan awak kapalnya. 

Hal tersebut disampaikan langsung Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron di Graha Pertamina, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026. 

Baron menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan para awak dan aset kapal yang tertahan di Selat Hormuz. 


“Sampai dengan saat ini, kondisi masih aman. Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri, maupun pihak-pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak yang berada di sana,” kata Baron. 

Lebih lanjut Baron mengatakan, terdapat empat kapal Pertamina yang tengah beroperasi, namun dua kapal berada di luar wilayah Selat Hormuz. 

Baron melanjutkan, aktivitas kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah sekitar 19 persen. Dengan adanya penutupan jalur di Selat Hormuz ini, Pertamina telah mengambil langkah-langkah agar pasokan ke dalam negeri tak terganggu. 

“Saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler alternatif maupun emergency,” tegas Baron. 

Diketahui, kapal Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola Synergy Ship Management terjebak di Selat Hormuz. 

Kedua kapal tanker Pertamina tersebut membawa minyak mentah atau crude oil yang berasal dari wilayah Timur Tengah untuk dibawa ke Tanah Air.

Selat Hormuz yang sebagian berada di wilayah Republik Islam Iran adalah jalur ekspor minyak terpenting di dunia, yang menghubungkan produsen minyak teluk terbesar, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab. 

Kini jalur tersebut ditutup otoritas Iran di tengah perang yang terjadi dengan AS dan Israel.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya