Berita

Jembatan Sodongkopo Jaya Perkasa. (Foto: Dokumentasi Diskominfo Jabar)

Nusantara

42 Jembatan di Jabar Terancam Roboh

SELASA, 03 MARET 2026 | 19:26 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berhitung skala prioritas infrastruktur yang bisa dibiayai jika rencana pinjaman daerah Rp2 triliun direalisasikan pada 2026. Salah satu sektor yang disorot adalah jembatan milik Pemprov Jawa Barat (Jabar).

Berdasarkan laporan Bappeda Jabar, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan penggantian jembatan provinsi mencapai Rp395 miliar. Data Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar mencatat terdapat 1.381 jembatan milik Pemprov yang tersebar di berbagai ruas.

"Dari 1.381 jembatan provinsi, ada berapa jembatan yang harus diganti? Kalau tidak diganti akan roboh karena umur jembatan," kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dikutip, Selasa 3 Maret 2026.


Kepala DBMPR Jabar Agung Wahyudi mengungkapkan, saat ini terdapat 42 jembatan yang berisiko roboh apabila tidak segera ditangani. Meski sebagian besar lainnya diklaim dalam kondisi aman, angka tersebut tetap menjadi sorotan.

Menurut KDM, menumpuknya jembatan rusak tidak lepas dari minimnya pembangunan dan pemeliharaan dalam lima tahun terakhir. Ia menyebut praktis tidak ada pembangunan jembatan signifikan dalam periode tersebut.

"Jadi selama lima tahun tidak ada pembangunan jembatan, yang ada hanya pembangunan jembatan Sodongkopo Jaya Perkasa (Pangandaran), itu pun tertunda setahun, baru dilanjutkan sekarang," kata KDM seperti dilansir dari RMOLJabar.

KDM memastikan, perbaikan dan pembangunan 42 jembatan berisiko itu akan dibahas bersama DPRD Jabar, termasuk kemungkinan pembiayaannya melalui skema pinjaman daerah.

Sebelumnya, Agung Wahyudi menyampaikan dari total 1.318 unit jembatan milik Pemprov, sebanyak 1.123 unit dalam kondisi mantap. DBMPR, kata dia, tetap memprioritaskan peningkatan kualitas jalan dan jembatan sebagai bagian dari pelayanan publik.

"Kami bekerja memastikan setiap ruas jalan provinsi dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, dunia usaha, dan konektivitas antarwilayah," pungkas Agung.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya