Berita

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (Foto Radar Pekalongan)

Publika

Miris! Puasa-puasa Fadia Arafiq Kena OTT KPK

SELASA, 03 MARET 2026 | 15:08 WIB

KPK beraksi lagi. Lewat senjata ampuhnya, OTT, sukses mengandangkan koruptor ke balik jeruji. 

Puasa pun tak ada artinya bagi koruptor. Anak seorang artis terkenal pula. 

Namanya Fadia Arafiq. Lahir di Jakarta, 23 Mei 1978. Nama aslinya Laila Fathiah. Putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq, suara emas yang pernah menggoyang panggung dangdut nasional era 70–80-an. Darah seni, nama besar, sorotan publik, semua sudah satu paket sejak lahir.


Pendidikannya pun bukan kaleng-kaleng. SMA Negeri 58 Jakarta. Sarjana Ekonomi dari Universitas AKI Semarang. Magister Manajemen dari Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang. Gelar S.E., M.M. terpampang rapi. Secara administratif, ini profil kepala daerah yang sulit dicibir. Terdidik, mapan, berjejaring.

Karier politiknya panjang. Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Naik menjadi Bupati dan dilantik 27 Juni 2021 untuk periode 2021–2026. 

Belum selesai, kembali dilantik 20 Februari 2025 untuk periode 2025–2030. Dua periode. Artinya, kepercayaan publik pernah ada dan nyata. 

Ia aktif di partai politik tingkat daerah, tampil religius, bahkan berangkat haji. Di atas kertas, ini paket lengkap. Populer, berpengalaman, agamis.

Wilayah yang dipimpinnya adalah Kabupaten Pekalongan, kota batik yang motifnya rumit dan warnanya berani. 

Batik Pekalongan mendunia karena detailnya. Satu titik malam saja bisa merusak keseluruhan pola. Filosofinya jelas, ketelitian menentukan keindahan.

Lalu 3 Maret 2026 menjadi tanggal yang mengubah suasana. KPK melakukan operasi tangkap tangan di Jawa Tengah. 

Fadia termasuk pihak yang diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan. 

OTT ketujuh sepanjang 2026. Sesuai aturan, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum. 

Pada tahap awal, konstruksi perkara belum dirinci ke publik. Proses hukum berjalan. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku.

Namun publik sudah terlanjur jengah. Kata “OTT” di negeri ini seperti motif batik yang terlalu sering dicetak ulang sampai kehilangan makna. Setiap kali mendengar pejabat diamankan, reaksi masyarakat nyaris seragam: lagi?

Ironinya makin terasa ketika momen itu datang di bulan puasa. Bulan yang mestinya jadi ruang menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. 

Puasa-puasa masih saja orang terseret urusan uang. Jika lapar bisa ditahan dari subuh sampai magrib, mengapa godaan angka nol di belakang nominal terasa begitu sulit dibendung? 

Kontrasnya mencolok. Spirit menahan diri bertemu realitas yang justru seperti tak kenal rem.

Apa arti menjadi anak legenda dangdut? Apa guna gelar magister manajemen? Apa manfaat simbol religiusitas yang sering ditampilkan? 

Uang tidak peduli silsilah keluarga. Ia tidak tunduk pada ijazah. Ia tidak takut pada gelar haji. Ketika cerita menyentuh proyek, anggaran, dan kekuasaan, banyak yang mendadak kehilangan kompas moral.

Batik mengajarkan kesabaran dan ketelitian. Rob mengajarkan kewaspadaan. Puasa mengajarkan pengendalian diri. Akan tetapi, drama kekuasaan sering kali justru mengajarkan satu hal pahit. 

Integritas bukan warisan otomatis. Ia harus dijaga setiap hari, terutama saat tidak ada yang melihat.

Publik mungkin menunggu proses hukum hingga tuntas. Akan tetapi rasa muak itu nyata. Dipuji setinggi langit saat kampanye, dielu-elukan saat pelantikan, lalu terseret ketika uang masuk bab cerita. 

Di tengah warna-warni batik Pekalongan dan khusyuknya bulan puasa, tersisa pertanyaan getir yang menggantung di udara, sampai kapan motif yang sama terus terulang tanpa rasa jera?

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya