Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Okta Kumala Dewi. (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

Selat Hormuz Ditutup, Komisi I DPR Ingatkan Harga Minyak Bisa Berdampak bagi Indonesia

SELASA, 03 MARET 2026 | 11:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz, menjadi sorotan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Okta Kumala Dewi. 

Okta menilai, kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Sebab, selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut berisiko mendorong kenaikan harga minyak global akibat terganggunya rantai pasok energi.


“Kenaikan harga minyak dunia tentu akan berdampak pada negara pengimpor minyak seperti Indonesia. Selain itu, terganggunya jalur pelayaran di kawasan tersebut juga berpotensi memengaruhi arus ekspor dan impor Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah dan sekitarnya,” ujar Okta kepada wartawan, Selasa, 3 Maret 2026.

Lebih lanjut, Okta meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif dengan mencari alternatif sumber pasokan minyak di luar kawasan Timur Tengah. Meskipun pemerintah telah menyampaikan bahwa stok minyak nasional dalam kondisi aman untuk sekitar 20 hari ke depan, ia menekankan pentingnya langkah cepat dan strategis.

“Kita tidak boleh menunggu hingga situasi memburuk. Diversifikasi sumber pasokan minyak menjadi keharusan agar ketahanan energi nasional tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak lanjutan pada sektor lain,” tegasnya.

Okta juga mengingatkan bahwa harga minyak dunia merupakan faktor fundamental yang sangat memengaruhi perekonomian nasional. Jika harga minyak dunia terus meningkat, maka tekanan terhadap harga BBM dalam negeri akan semakin besar.

“Apabila harga BBM naik, maka potensi kenaikan harga barang dan jasa lainnya juga bisa terjadi. Hal ini dapat memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat. Karena itu, stabilitas harga energi harus menjadi prioritas,” jelas Legislator PAN ini.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam merespons situasi ini. Semua kementrian dan lembaga terkair harus bergerak dalam satu komando kebijakan agar langkah mitigasi berjalan efektif dan terukur.

“Koordinasi yang solid dan respons cepat antar kementerian dan lembaga sangat diperlukan untuk memastikan pasokan energi aman, harga tetap terkendali, serta stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” ujarnya.

Okta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi situasi global saat ini. Ia meyakini pemerintah akan mengambil langkah yang tepat dan terukur.

“Saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi. Saya percaya pemerintahan Presiden Prabowo akan mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan energi nasional agar dampak yang dikhawatirkan tidak terjadi,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya