Berita

Ilustrasi (RMOL via Gmini AI)

Bisnis

Harga Minyak Terus Merangkak Naik

SELASA, 03 MARET 2026 | 09:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali naik untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa, 3 Maret 2026, dipicu oleh meluasnya konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent tercatat naik 1,4 persen atau 1,10 Dolar AS menjadi 78,83 Dolar AS per barel. Sehari sebelumnya, harga Brent sempat melonjak hingga 82,37 Dolar AS per barel, level tertinggi sejak Januari 2025, sebelum akhirnya ditutup menguat 6,7 persen.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1 persen atau 74 sen ke posisi 71,97 Dolar AS per barel. Pada perdagangan sebelumnya, WTI juga sempat menyentuh level tertinggi sejak Juni 2025 sebelum ditutup menguat 6,3 persen.


Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan risiko kenaikan harga masih terbuka lebar. “Dengan tidak adanya tanda-tanda de-eskalasi cepat, Selat Hormuz praktis tertutup dan Iran menunjukkan kesediaan untuk menargetkan infrastruktur energi di kawasan tersebut, risiko kenaikan harga tetap ada dan akan semakin besar jika konflik berlangsung lama,” ujarnya.

Ketegangan meningkat setelah meluasnya serangan udara AS dan Israel hingga ke Lebanon. Sementara Iran membalas dengan menyerang infrastruktur energi di negara-negara Teluk serta kapal tanker di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital dunia. Sekitar seperlima kebutuhan minyak global melewati selat ini setiap hari. Selain minyak mentah, jalur ini juga dilalui kapal pengangkut solar, bensin, dan bahan bakar lainnya menuju pasar utama Asia seperti China dan India. Sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair (LNG) dunia juga melalui jalur yang sama.

Situasi semakin genting setelah media Iran melaporkan seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran menyatakan Selat Hormuz telah ditutup dan Iran akan menembaki kapal yang mencoba melintas. Akibatnya, banyak kapal tanker dan kapal kontainer menghindari jalur tersebut karena perusahaan asuransi membatalkan perlindungan mereka.

Para analis memperkirakan harga minyak akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan karena pasar terus mencermati dampak konflik Timur Tengah. Lembaga riset Bernstein bahkan menaikkan proyeksi harga Brent tahun 2026 dari 65 Dolar AS menjadi 80 Dolar AS per barel. Dalam skenario ekstrem jika konflik berkepanjangan, harga bisa melonjak hingga 120-150 Dolar AS per barel.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya