Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Bergerak Variatif, Saham Penerbangan Anjlok

SELASA, 03 MARET 2026 | 08:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street ditutup nyaris tanpa arah yang jelas di tengah semakin panasnya situasi geopolitik global.

Dikutip dari Reuters, indeks-indeks utama bergerak tipis pada penutupan perdagangan Senin 2 Maret 2026 Waktu setempat.

Dow Jones Industrial Average turun 0,15 persen ke level 48.904,78. Sementara S&P 500 naik tipis 0,04 persen ke 6.881,60 dan Nasdaq Composite menguat 0,36 persen ke 22.748,86. Ketiga indeks sempat melemah tajam di awal sesi sebelum akhirnya berbalik arah menjelang penutupan.


Penguatan saham sektor energi, teknologi, dan pertahanan membantu menahan tekanan di pasar yang lebih luas. Saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) kembali diburu investor, menunjukkan bahwa optimisme terhadap potensi pertumbuhan produktivitas dari teknologi masih kuat, meskipun risiko geopolitik meningkat.

CEO F/m Investments, Alex Morris, menilai konflik di Timur Tengah belum memberikan dampak besar terhadap rata-rata saham di AS. “Saya rasa pelaku pasar tidak terlalu tergerak oleh konflik ini sampai harga minyak menyentuh 100 Dolar AS per barel, yang bisa menjadi pemicu emosional,” ujarnya. 

Menurutnya, dominasi saham teknologi di pasar AS membuat indeks lebih tahan terhadap gejolak geopolitik.

Saham teknologi raksasa kembali menjadi tujuan utama investor. Nvidia melonjak 3 persen, sementara Microsoft naik 1,5 persen. Kenaikan ini membantu S&P 500 dan Nasdaq memangkas kerugian setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam dua pekan.

Di sisi lain, saham maskapai dan perusahaan pelayaran terpukul. Delta Air Lines dan United Airlines masing-masing turun lebih dari 2 persen. Saham operator kapal pesiar seperti Carnival Corporation anjlok 7,6 persen, sedangkan Norwegian Cruise Line Holdings merosot lebih dari 10 persen. Kenaikan harga bahan bakar jet dan penutupan wilayah udara Timur Tengah menjadi faktor utama tekanan di sektor ini.

Saham pertahanan juga menguat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Investor sempat khawatir konflik akan meluas setelah laporan bahwa serangan gabungan AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Namun, sebagian pelaku pasar menilai gejolak ini hanya bersifat sementara. Bill Smead, pendiri Smead Capital Management, mengatakan investor kembali ke saham-saham unggulan yang sudah terbukti kinerjanya. 

“Ketika orang merasa takut, mereka kembali ke saham yang sudah nyaman bagi mereka,” ujarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya