Berita

Saudi Aramco. (Foto: Reuters)

Dunia

Saudi Aramco Setop Operasi Kilang Minyak Ras Tanura

SENIN, 02 MARET 2026 | 22:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Situasi di kawasan Teluk kian memanas setelah raksasa energi Arab Saudi, Saudi Aramco, menghentikan operasional kilang Ras Tanura akibat serangan pesawat tak berawak yang diduga dilancarkan Iran.

Kilang Ras Tanura Refinery merupakan salah satu fasilitas pengolahan terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas 550.000 barel per hari (bpd). Fasilitas ini juga berperan penting sebagai terminal ekspor utama minyak mentah Arab Saudi.

Mengutip Reuters pada Senin, 2 Maret 2026, penghentian operasi dilakukan sementara hingga kondisi keamanan dinilai kembali stabil. 


Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Aramco belum menyampaikan keterangan resmi terkait durasi penutupan tersebut.

Serangan drone Iran dilaporkan tidak hanya menyasar Arab Saudi, tetapi juga sejumlah kota penting di kawasan Teluk seperti Abu Dhabi, Dubai, Doha, Manama, hingga Duqm di Oman. Beberapa pusat pelabuhan utama di Uni Emirat Arab dan Oman disebut ikut terdampak akibat serangan tersebut.

Gejolak ini langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 10 persen pada perdagangan Senin. 

Pengamanan fasilitas energi Arab Saudi pun diperketat, bahkan penjagaan telah ditingkatkan sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Eskalasi konflik meningkat setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan gelombang serangan balasan terhadap target-target militer AS dan Israel di kawasan Arab. Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota, termasuk Dubai dan Doha.

Berdasarkan laporan Al Jazeera dan AFP, Iran mengklaim telah meluncurkan rudal serta drone dalam jumlah besar ke sedikitnya 27 pangkalan militer AS. 

Target lain yang disebut antara lain pangkalan udara Tel Nof Israel, markas komando militer di HaKirya, Tel Aviv, serta kompleks industri pertahanan di kota yang sama.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya