Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR F-PKS, Sukamta (Foto: Dokumen Fraksi PKS)

Politik

Komisi I DPR Dukung Peran Prabowo sebagai Mediator Konflik Iran-Israel dan AS

SENIN, 02 MARET 2026 | 12:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komunitas internasional diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan agresi Israel yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran demi menjaga stabilitas kawasan. 

Tanpa upaya deeskalasi, Timur Tengah dikhawatirkan terjerumus ke dalam konflik yang lebih luas dan memperparah penderitaan masyarakat sipil.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta, menyatakan dukungannya terhadap kesiapan Presiden Prabowo Subianto apabila diminta berperan sebagai mediator antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS).


Menurut Sukamta, Presiden Prabowo memiliki kapasitas komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemimpin AS maupun Iran, sehingga peluang mediasi patut didukung. Ia menilai langkah tersebut merupakan wujud implementasi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

“Sebagai orang yang bisa berkomunikasi dengan Trump dan Iran, Saya kira patut kita dukung upaya presiden tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 2 Maret 2026. 

Menurut wakil rakyat dari Yogyakarta ini, langkah yang akan diambil Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan implementasi politik bebas aktif yang dianut Indonesia. 

“Ini juga bagian dari realisasi amanat konstitusi menjaga perdamaian dunia secara aktif. Walaupun kita tahu situasinya sangat sulit, semua upaya positif dan konstruktif patut ditempuh,” pungkas Sukamta.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kesiapan Presiden Prabowo untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia disebut bersedia bertolak ke Teheran guna menjalankan misi mediasi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya