Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Tensi Timur Tengah Memanas, BI Jaga Stabilitas Rupiah

SENIN, 02 MARET 2026 | 10:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai tukar Rupiah di pasar spot tercatat mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin pagi 2 Februari 2026 sekitar pukul 02.16 GMT, atau sekitar pukul 09.16 WIB di Jakarta, di mana mata uang Garuda sempat melemah hingga 0,45 persen ke level Rp16.835 per Dolar AS. 

Merespons kondisi ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memantau secara ketat pergerakan pasar keuangan demi memastikan nilai tukar tetap bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi nasional, terutama di tengah meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Erwin Gunawan Hutapea, dalam pernyataannya pada Senin pagi ini menjelaskan bahwa otoritas moneter akan merespons dinamika pasar secara tepat guna menjaga stabilitas nilai tukar. 


Menurut Erwin, eskalasi konflik di Timur Tengah pasca-serangan Amerika Serikat terhadap Iran telah memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global. 

Kondisi ini memaksa para pelaku pasar untuk mengalihkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven), yang pada akhirnya memberikan tekanan besar pada mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Untuk meredam volatilitas yang berlebihan, Bank Indonesia menyatakan akan tetap aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing. 

Langkah tersebut mencakup transaksi non-deliverable forward (NDF) baik di pasar domestik (onshore) maupun luar negeri (offshore), serta intervensi langsung di pasar spot. 

Selain melakukan aksi di pasar valuta asing, bank sentral juga terus berupaya meningkatkan efektivitas kebijakan suku bunga sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung kepercayaan para pelaku pasar di tengah ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya