Berita

Ketua MPP PKS Mulyanto (Foto: Dokumen Fraksi PKS)

Politik

Konflik AS-Iran, PKS Soroti Risiko Lonjakan Harga Minyak dan Dampaknya untuk Indonesia

SENIN, 02 MARET 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menyikapi pecahnya konflik antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS) sejak dua hari lalu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan pentingnya pemerintah mengantisipasi dampaknya terhadap ekonomi nasional, terutama stabilitas harga minyak dan BBM dalam negeri.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, menilai eskalasi ketegangan di Timur Tengah bukan sekadar isu luar negeri, melainkan berpotensi menekan perekonomian global, termasuk Indonesia.

“Sebagai negara net importer minyak, Indonesia sangat sensitif terhadap gejolak harga energi dunia. Pemerintah dan DPR perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.


Mulyanto menyoroti risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur yang menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Menurutnya, gangguan di kawasan ini dapat mendorong harga minyak melonjak hingga lebih dari 100 Dolar AS per barel dalam skenario terburuk.

Meski ada rencana pengalihan sebagian impor minyak Indonesia dari Timur Tengah ke AS, kenaikan harga global tetap akan berdampak signifikan. Saat ini, Indonesia memenuhi sekitar 60-65 persen kebutuhan minyak melalui impor. Kenaikan harga minyak akan langsung meningkatkan biaya impor energi, sehingga menambah tekanan terhadap APBN, terutama untuk subsidi dan kompensasi energi.

Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) ditetapkan sebesar 70 Dolar AS per barel, lebih rendah dibandingkan APBN 2025 yang sebesar 82 Dolar AS per barel. Mulyanto memperkirakan, setiap kenaikan 10 Dolar AS per barel akan menambah beban fiskal Rp35-40 triliun. Bila harga naik menjadi 100 Dolar AS per barel, beban APBN diperkirakan bertambah Rp105-120 triliun.

Selain itu, kenaikan harga energi diprediksi memicu inflasi harga pangan, transportasi, dan logistik. Pemerintah juga harus menambah anggaran perlindungan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat. Konflik global ini juga berpotensi melemahkan nilai rupiah terhadap dolar AS, sehingga meningkatkan biaya impor dan pembayaran utang luar negeri, memperbesar tekanan terhadap pembiayaan APBN.

Menurut Mulyanto, perang AS-Iran bukan sekadar isu diplomasi, tetapi ancaman nyata bagi stabilitas fiskal dan ekonomi nasional. Untuk itu, Indonesia perlu memperkuat ketahanan energi, reformasi subsidi, dan membangun cadangan strategis minyak agar lebih tangguh menghadapi gejolak harga global.

“Pemerintah dan DPR harus bersikap antisipatif, bukan reaktif. Ketahanan energi adalah kunci stabilitas ekonomi dan kedaulatan nasional di tengah dunia yang semakin tidak pasti,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya