Berita

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. (Foto: Tangkapan Layar TVR Parlemen)

Politik

Menteri PU Ungkap Skandal di Balik Mundurnya Dua Dirjen

MINGGU, 01 MARET 2026 | 17:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Misteri di balik pengunduran diri dua Direktur Jenderal (Dirjen) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai terang.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut, ada indikasi kerugian negara hingga sekitar Rp1 triliun berkaitan jajaran Ditjen Cipta Karya dan Ditjen Sumber Daya Air (SDA).

Indikasi ini sudah tercium sejak awal 2025 saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dua kali melayangkan surat temuan penyimpangan anggaran.


“BPK berkirim surat ke saya dua kali. Januari 2025 dicantumkan kerugian negara hampir Rp3 triliun. Saya beri waktu sampai Juli 2025 untuk ditindaklanjuti, tetapi tidak ada respons dari Sekjen maupun Inspektorat Jenderal saat itu,” ujar Dody di Semarang, Minggu, 1 Maret 2026.

Surat kedua diterima pada Agustus 2025 berisi nilai kerugian negara menurun menjadi sekitar Rp1 triliun. BPK juga merekomendasikan pembentukan majelis ad hoc serta satuan tugas percepatan pengembalian kerugian negara.

Namun lambatnya respons birokrasi internal membuat Dody memutuskan mengambil alih langsung proses pembenahan di lingkungan kementeriannya.

“Saya tidak bisa membersihkan rumah kalau sapu saya kotor. Saya melihat di Inspektorat Jenderal pun tidak semuanya bersih,” tegasnya.

Dody menyebut pengunduran diri Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana dan Dirjen SDA Dwi Purwantoro bukan tiba-tiba. Pengunduran diri terjadi setelah data awal hasil audit disampaikan kepada masing-masing pejabat.

“Ketika data awal saya sampaikan, mereka memilih mengundurkan diri. Ini sesuai arahan Presiden, kalau tidak sanggup bersih, mundur atau akan dimundurkan,” tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya