Berita

Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Axios)

Dunia

Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung

MINGGU, 01 MARET 2026 | 10:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kematian Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah dikonfirmasi oleh pemerintah Iran, Minggu, 1 Maret 2026. 

"Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran gugur sebagai syahid di tempat kerjanya di Beit Rahbari (kompleks kediamannya)," ungkap Media resmi Iran IRIB.

Dilaporkan bahwa pemerintah Iran juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. 


Militer Israel menyatakan bahwa sejumlah pejabat tinggi keamanan Iran turut menjadi korban, termasuk menteri pertahanan, komandan Garda Revolusi, dan sekretaris Dewan Keamanan Iran yang dikenal sebagai penasihat dekat Khamenei. 

Namun, Iran belum mengonfirmasi kematian para pejabat lainnya.

Beberapa jam sebelum konfirmasi resmi, Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social bahwa Israel, dengan dukungan AS, telah menewaskan Khamenei. 

“Dia tidak mampu menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Canggih kami, dan, karena bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang dapat dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan,” tulis Trump.

Gelombang serangan udara Sabtu, 28 Februari 2026, dimulai setelah matahari terbit di Iran, ditandai dengan ledakan besar yang mengguncang ibu kota Teheran. Rekaman video memperlihatkan kepulan asap tebal membubung ke langit. 

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan nasionalnya dan menyatakan bahwa target yang dihantam mencakup fasilitas militer dan sipil.

Kelompok bantuan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan lebih dari 200 orang tewas akibat serangan di berbagai wilayah.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone yang memperluas konflik ke kawasan regional. Sirene serangan udara meraung di Israel. 

Sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait juga melaporkan serangan Iran. 

Pemerintah Yordania menyatakan telah menembak jatuh 49 drone dan rudal balistik yang mengancam wilayahnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya