Berita

Ledakan terjadi di Teheran, Iran pada Sabtu, 28 Febuari 2026. (Foto: AP)

Dunia

Serangan AS ke Iran Bukti Sikap Anti Perdamaian

MINGGU, 01 MARET 2026 | 08:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Eskalasi militer yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran disorot Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera. Serangan ini diperparah karena turut melibatkan Israel.
 
"Zionis Israel membenamkan USA untuk menyerang Iran. Sekali lagi kian menjelaskan sikap yang mau menang sendiri dan anti perdamaian," kata Mardani lewat akun X miliknya, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa pelanggaran terhadap hukum internasional harus mendapatkan sanksi tegas. Dalam pandangannya, negara yang melanggar aturan hukum global tidak hanya merugikan satu bangsa, tetapi juga memperburuk kondisi dunia. 


"Pelanggar pada hukum  internasional mesti dihukum dan dikucilkan," tegas politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Tak hanya menyengsarakan warga Iran langsung di wilayah konflik, lanjutnya, dampak agresi militer ini juga dirasakan oleh banyak warga di berbagai penjuru dunia. Gangguan terhadap perdamaian dan stabilitas global, menunjukkan bahwa langkah militer bukan solusi untuk menyelesaikan perselisihan antarnegara.

"Serangan ini bukan hanya menyengsarakan warga Iran tapi juga banyak warga dunia akan terdampak," pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya