Berita

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: BBC)

Dunia

Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel

MINGGU, 01 MARET 2026 | 05:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel ke sejumlah wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa Khamenei yang berusia 86 tahun tewas dalam operasi militer yang disebutnya melibatkan sistem intelijen dan pelacakan canggih. 

“Dia (Khamenei) tidak mampu menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Canggih kami, dan karena bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan,” tulis Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera.


Trump juga menyebut momentum ini sebagai peluang besar bagi rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintahan. 

“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Semoga IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) dan Kepolisian dapat bergabung secara damai dengan para patriot Iran," kata Trump.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa memiliki bukti mengenai kematian Khamenei. 

Kantor berita Reuters bahkan melaporkan, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya, bahwa jasad Khamenei telah ditemukan.

Namun, kantor berita Iran, Tasnim News Agency dan Mehr News Agency, melaporkan bahwa Khamenei masih hidup dan memimpin medan pertempuran. 

Pejabat hubungan masyarakat kantor Khamenei juga menuding adanya perang psikologis yang dilancarkan musuh. 

“Musuh menggunakan perang mental; semua orang harus waspada," demikian dikutip media pemerintah Iran.

Laporan dari Teheran menyebut hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait klaim tewasnya Khamenei. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan NBC News sebelumnya mengatakan bahwa hingga kini pemimpin tertinggi Iran beserta pejabat tinggi lainnya berada dalam kondisi sehat.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya