Berita

Ilustrasi. (Foto: Aljazeera)

Dunia

Arab Saudi Kutuk Serangan Iran di Timteng, Ancam Serang Balik

MINGGU, 01 MARET 2026 | 02:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Arab Saudi mengecam serangan Iran yang menargetkan ibu kota Riyadh dan wilayah Provinsi Timur pada Sabtu 28 Febuari 2026. 

Kementerian Luar Negeri Saudi menyebut serangan tersebut sebagai agresi terang-terangan yang menargetkan wilayah sipil dan Kerajaan. Namun demikian, serangan tersebut berhasil digagalkan.

"Arab Saudi menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Iran yang terang-terangan dan pengecut yang menargetkan Riyadh dan wilayah Provinsi Timur, yang telah berhasil dipukul mundur,” bunyi pernyataan resmi pemerintah Saudi, dikutip dari Al Arabiya.


Riyadh juga menegaskan tidak akan tinggal diam dan menyatakan siap mengambil langkah balasan demi menjaga kedaulatan negara.

"Mengingat agresi yang tidak beralasan ini, Kerajaan menegaskan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan melindungi wilayah, negara, dan penduduknya, termasuk dengan opsi untuk membalas agresi tersebut," tegasnya,

Ancaman balasan itu disampaikan setelah Teheran melancarkan serangan yang juga menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman turut mengutuk eskalasi yang dinilai membahayakan stabilitas kawasan.

"Kerajaan mengutuk keras dan mengecam dengan sekeras-kerasnya agresi brutal Iran dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab, Kerajaan Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania," bunyi pernyataan pemerintah Saudi.

Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Mohammed bin Salman menyatakan solidaritas penuh Riyadh terhadap Abu Dhabi serta menawarkan dukungan sumber daya untuk menghadapi situasi tersebut.

Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan lebih dulu ke Iran sejak Sabtu pagi waktu setempat. Teheran kemudian merespons dengan menggempur sejumlah pangkalan militer AS di kawasan, termasuk di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Ledakan Malam Takbiran di Grobogan dan Pekalongan, 10 Orang Terluka

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49

Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:35

Fahira Idris: Jadikan Idulfitri Momen Kebangkitan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:53

SBY dan Keluarga Silaturahmi ke Prabowo di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:16

Mendes: 20 Persen Keuntungan Kopdes Merah putih untuk Desa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:54

Dengan Kerjasama, Stabilitas Kebutuhan Pokok Terjaga

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:26

Gubernur Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:33

Soroti Pajak Ganda, DPR: Sudah Lama Sistem Dibiarkan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:43

Didampingi Didit, Prabowo Open House Khusus Masyarakat di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:13

Idulfitri Momentum Perkuat Komitmen Pembangunan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:54

Selengkapnya