Berita

Area persawahan di Grobogan yang terendam banjir. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

Gabah Petani Terdampak Banjir di Grobogan Tetap Dibeli Bulog

SABTU, 28 FEBRUARI 2026 | 05:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bulog tetap membeli gabah dari petani terdampak banjir di Grobogan. Gabah yang sudah terendam banjir ini dinilai tidak turun kualitasnya, namun hanya kotor saja.

Perum Bulog menunjukkan komitmennya sebagai penyangga pangan nasional dengan tetap membeli gabah petani terdampak banjir di Kabupaten Grobogan. Meskipun kualitas fisik gabah turun akibat terendam banjir, Bulog memastikan tetap membeli hasil panen.

Hingga saat ini, pembelian oleh Bulog tetap menerapkan harga beli yang layak, yakni Rp6.500 per kilogram sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk meminimalkan kerugian di tingkat produsen. 

"Untuk kemarin saja, kurang lebih 30 ton sudah kita serap dari daerah yang terkena banjir. Kalau lihat secara buliran gabahnya itu besar-besar karena mereka memang sudah mau panen terus tahu-tahu tanggul jebol. Ini kalau dijadikan proses jadi beras bagus gabahnya bagus, cuma ya itu tadi karena ada lumpur," kata Prihasto dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ditambahkan bahwa meski gabah terlihat kehitaman karena lumpur, proses pengeringan dan pembersihan yang tepat akan tetap menghasilkan beras berkualitas tinggi. Ini menjadi langkah penting karena posisi strategis Kabupaten Grobogan karena jadi salah satu pilar utama ketahanan pangan. 

Berdasarkan data statistik setahun terakhir, produksi padi di Grobogan mencapai 678.350 ton Gabah Kering Giling (GKG), atau setara dengan kurang lebih 390.091 ton beras. Angka ini menempatkan Grobogan sebagai kontributor utama dalam total produksi padi Jawa Tengah yang mencapai 8,85 juta ton GKG pada tahun 2024.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkali-kali menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk melindungi para petani melalui penguatan program asuransi pertanian. 

Menurut Ahmad Luthfi, asuransi bagi petani adalah instrumen vital agar petani tidak terpuruk saat menghadapi gagal panen akibat banjir maupun kekeringan. 

Selain mendorong kepesertaan asuransi secara masif, Pemprov Jateng di bawah fokus pada modernisasi infrastruktur pertanian dan penyediaan pupuk yang tepat sasaran. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas hingga target 11,8 juta ton pada 2025. 

Sinergi penyerapan gabah oleh Bulog dan perlindungan asuransi yang disuarakan Gubernur Ahmad Luthfi diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang tangguh dan menjamin kesejahteraan petani Jawa Tengah secara berkelanjutan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya