Berita

Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kanal Youtube Hendri Satrio. (Foto: Tangkapan layar)

Bisnis

Bukan Ditutup, Keberadaan Ritel Modern Diatur Demi Lindungi Kopdes

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 17:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koperasi Ferry Juliantono buka suara terkait isu penutupan retail modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Dalam tayangan podcast Hendri Satrio Official, Ferry menjelaskan hanya meminta agar pertumbuhan ritel modern diatur agar ekspansi tidak masuk hingga ke tingkat desa, sehingga masyarakat desa tetap bisa memiliki dan mengelola retail modern sendiri melalui koperasi.

"Pernyataan lengkapnya itu saya sebenarnya minta bahkan saya sampaikan langsung kepada pihak Indofood (pemilik Indomaret) supanya keberadaan retail modern yang sudah ada itu jangan masuk ke desa, tapi yang sudah ada monggo tetap jalan, jangan masuk ke pedesaan karena nanti koperasi desa akan melaksanakan kegiatan yang sama retail modern," kata Ferry dikutip Kamis, 26 Februari 2026.


Ferry menyampaikan tetap menghormati keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret yang telah memberikan lapangan kerja serta fasilitas kepada masyarakat.

Namun, ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ritel modern sebaiknya dihentikan pada tingkat kecamatan agar tidak menambah ekspansi lebih jauh ke desa.

"Kooperasi retail modern yang ada itu sebaiknya stop di kecamatan aja, jadi jangan nambah lagi itu jadi bukan nyetop yang udah ada, kan kita juga harus berterima kasih kepada misalkan Alfamart, Indomaret yang sekarang juga sudah menyediakan lapangan pekerjaan, sudah menyediakan fasilitas ke masyarakat yang sekarang ada, kita harus hormati itu," katnya.

Di sisi lain, Ferry menyatakan bahwa pengaturan pertumbuhan ritel modern bukan berarti pemerintah takut berkompetisi. Ia menekankan masyarakat desa juga berhak membangun dan mengelola ritel sendiri agar tidak terjadi monopoli, sehingga negara wajib hadir untuk mengatur hal tersebut demi keadilan.

"Itu kan harus diatur, negara harus hadir untuk mengatur itu. Jangan sampai kemudian terjadi monopoli yang sifatnya ekspansif yang kemudian malah mematikan usaha rakyat gitu," kata Ferry.

Ferry menegaskan bahwa koperasi desa kelurahan Merah Putih nantinya akan mengutamakan produk UMKM lokal di desa sekitar. Hal ini menjadi solusi atas banyaknya aduan masyarakat yang menyatakan produk UMKM sulit masuk ke ritel modern yang sudah ada.

"Saya enggak tahu kebijakan di retail modern yang sekarang ada tapi ada keluhan yang juga banyak disampaikan ke kami, susah juga itu ternyata masuk ke retail modern yang ada sekarang," ujar Ferry.

"Nanti kita juga akan memprioritaskan produk-produk yang bisa diproduksi oleh masyarakat sendiri, baik oleh pelaku UMKM yang ada di lokal tersebut untuk kita jual di gerai-gerai koperasi desa merah putih," lanjutnya.

Pengaturan ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi UMKM lokal serta menciptakan lapangan kerja yang merata, terutama bagi generasi muda seperti Gen-Z dan milenial yang membutuhkan kesempatan berwirausaha dan penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

"Nah ini kan sebenarnya bisa kita sebaiknya berlomba sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga di sisi itu di luar itu adalah membuka lapangan pekerjaan bagi gen Z dan milenial yang butuhkan lapangan pekerjaan," tegas Ferry.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya