Berita

Presiden RI Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump dalam peluncuran Dewan Perdamaian di Davos Swiss, Kamis, 22 Januari 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Publika

Indonesia Terbelah karena Board of Peace

KAMIS, 26 FEBRUARI 2026 | 05:37 WIB

BOARD OF PEACE alias BoP bikin Indonesia terbelah dua. 

Bukan sekadar Board of Peace, melainkan Donald Trump. Bukan sekadar Donald Trump, melainkan Benjamin Netanyahu, Israel. 

Ini terlihat dari hasil survei Median, 10-14 Februari, yang dirilis baru-baru ini.


Sebanyak 50,4 persen responden tidak setuju Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace. 

Penolakan utama didorong karena Board of Peace akan dominasi Amerika dan atau Israel, dan keberatan terhadap biaya iuran sebesar 1 miliar dolar AS itu.

Artinya, yang setuju hanya sekitar 49,6 persen, kalau digabungkan responden yang tidak tahu dan tidak jawab. 

Hanya 15 persen saja, dari yang setuju itu, yakin Board of Peace bisa memerdekakan Palestina. Selebihnya, bisa memperkuat upaya perdamaian.

Tapi, saat ditanya khusus tentang konsistensi Pemerintah Indonesia membela Palestina, meski bergabung dengan Board of Peace, agak naik juga sedikit sebesar 55,7 persen responden percaya terhadap konsistensi Indonesia akan membela Palestina.

Agak aneh memang, saat Pemerintahan Prabowo mengambil langkah konkret untuk Palestina, dibandingkan pemerintahan sebelumnya, justru kurang didukung. 

Bisa jadi imbas dari kontroversi Donald Trump dan gabungnya Israel di dalamnya.

Memang tidak mudah bersikap seperti situasi saat ini. Bersikap punya potensi ketimbang tak bersikap sama sekali seperti yang ditunjukkan selama ini. 

Apalagi mengikuti sikap orang kontroversi seperti Donald Trump. Benar pun, itu akan dianggap salah.

Ditambah pula negosiasi tarif dagang yang turun dari 32 persen jadi 19 persen, ternyata Mahkamah Agung Amerika Serikat sendiri membatalkan tarif dagang ala Donald Trump itu. 

Trump sendiri tak dipercaya di negaranya sendiri, kok kita malah mempercayai?

Wajar saja, 73,3 persen responden tidak setuju Indonesia harus membayar keanggotaan Board of Peace senilai 1 miliar dolar AS. 

Dan penurunan pasukan ke Palestina pun hanya disetujui 36,4 persen responden saja. Katanya, mau memerdekakan Palestina?

Tidak saja terbelah, sikap masyarakat Indonesia terlihat dilematis. Cara baca Presiden Prabowo terhadap situasi, tak dipahami sepenuhnya. 

Pihak oposisi seperti memanfaatkan pula situasi, supaya tingkat kepercayaan kepada Pemerintah menurun.

Bahkan, soal sertifikasi halal pun menjadi serangan masif terhadap pemerintah. 

Barang dari Amerika tak perlu sertifikat hal masuk ke Indonesia, alias bebas sebebas-bebasnya. 

Sudah dibantah, malah bantahan dari pemerintah pun tak bisa dipercaya.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya