Berita

Inisiator Papua Connection, Charles Kossay (tengah) di dalam Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Papua Connection di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Papua Connection Ajak Warga Hindari Hasutan yang Memecah Persatuan

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 22:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Inisiator Papua Connection, Charles Kossay, mengingatkan masyarakat Papua untuk tidak terhasut oleh berbagai bentuk provokasi yang memecah persatuan. 

Ia menegaskan, hasutan sangat berbahaya karena dapat merusak kedamaian Papua yang menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Charles dalam Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Papua Connection di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.


“Hasutan yang memecah persatuan sangat berbahaya. Jika masyarakat terprovokasi, kedamaian terganggu dan pembangunan tidak akan berjalan sesuai harapan bersama,” kata Charles dalam keterangan yang diterima redaksi.

Selain menyoroti bahaya hasutan, Charles juga mengecam keras aksi kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyasar warga sipil, khususnya guru dan tenaga kesehatan. 

Menurutnya, kekerasan tersebut merupakan teror kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Kekerasan terhadap guru, tenaga kesehatan, dan warga sipil adalah teror kemanusiaan. Ini mencederai nilai kemanusiaan dan merusak masa depan Papua,” ungkapnya.

Charles mengingatkan, provokasi sering kali memanfaatkan isu identitas, termasuk yang mengatasnamakan identitas keagamaan tertentu. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memecah belah.

“Kita harus waspada terhadap kelompok mana pun yang membawa-bawa isu identitas untuk kepentingan tertentu. Persatuan dan kedamaian Papua harus dijaga bersama,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia, Harman Wakum, menilai stabilitas keamanan merupakan prasyarat mutlak agar pembangunan di Papua dapat berjalan optimal.

“Tanpa kedamaian dan rasa aman, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan lainnya tidak akan berjalan maksimal. Masyarakat sipil justru akan menjadi pihak yang paling dirugikan,” kata Harman.

Charles Kossay menambahkan, Papua Connection akan terus mendorong pendekatan dialog, silaturahmi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh gereja, serta pendekatan kemanusiaan untuk menjaga Papua tetap damai dan maju.

“Papua harus dirawat dengan kemanusiaan, dialog, dan persatuan. Kedamaian Papua adalah kunci pembangunan dan masa depan Indonesia,” pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya