Berita

Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo Khawatir Situasi di Tepi Barat Pengaruhi Upaya Perdamaian Gaza

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 20:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan situasi di Tepi Barat yang dinilai berpotensi mengganggu berbagai upaya stabilisasi di Gaza. 

Sikap itu disampaikan dalam pengantar pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II di Istana Basman, Amman, Rabu, 25 Februari 2026.

Di hadapan Raja Abdullah II, Prabowo menekankan bahwa dinamika di Tepi Barat harus menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi keseluruhan skema perdamaian yang tengah dirintis. 


“Kami sangat prihatin terhadap permasalahan di Tepi Barat. Kami merasa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang sedang kita upayakan di Gaza,” tegasnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah memiliki kesamaan pandangan dengan negara-negara lain di kawasan dalam mendorong stabilitas regional serta penyelesaian konflik. 

Untuk itu, Kepala Negara menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi kedua negara agar mampu memahami situasi secara menyeluruh serta merespons perkembangan secara cepat dan tepat.

“Karena itu, kami ingin memperkuat dan meningkatkan kerja sama ini. Saya pikir tim saya akan bekerja sangat dekat dengan tim Anda agar kita selalu berada pada posisi yang memahami situasi secara menyeluruh. Kita mengetahui dengan tepat apa yang akan terjadi,” lanjut Prabowo.

Sejak pecahnya perang Israel di Jalur Gaza pada 8 Oktober 2023, eskalasi konflik turut merembet ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. 

Pasukan pendudukan Israel disebut mengintensifkan operasi militer melalui penyerbuan, pembunuhan, penangkapan massal, pengungsian warga, hingga ekspansi permukiman. 

Data resmi Palestina mencatat lebih dari 1.115 warga Palestina tewas dan sekitar 11.500 lainnya terluka sejak periode tersebut. Selain itu, sekitar 22.000 warga Palestina ditangkap di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. 

Di sisi kebijakan, pemerintah Israel pekan lalu menyetujui keputusan yang memungkinkan perampasan tanah Palestina dengan mendaftarkannya sebagai “milik negara”, memicu kecaman luas dari negara-negara Arab dan komunitas internasional.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya