Berita

Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (Foto: Istimewa)

Nusantara

Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Tutup Usia di Siloam Jakarta

RABU, 25 FEBRUARI 2026 | 14:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin, dikabarkan meninggal dunia di Jakarta pada Rabu siang, 25 Februari 2026.

Kabar duka tersebut disampaikan Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly, kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL. Ia mengatakan, Alex mengembuskan napas terakhir saat para aktivis Sumsel Jakarta tengah menjenguknya di RS Siloam Semanggi.

“Beliau sempat kritis sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir,” ujar Harda singkat dengan nada duka.


Harda mengenang Alex Noerdin sebagai pemimpin yang memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan. 

Selama menjabat sebagai gubernur, ia menggulirkan berbagai program pro-rakyat, di antaranya berobat gratis dan sekolah gratis, yang dinilai sangat membantu masyarakat kecil.

“Tidak hanya itu, Pak Alex juga dikenal sebagai tokoh yang mencanangkan program ‘santri jadi doktor’, yang membuka peluang besar bagi generasi muda Sumsel untuk mengenyam pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Informasi wafatnya tokoh yang memelopori program sekolah dan berobat gratis di Sumsel itu juga beredar melalui pesan singkat dari pihak keluarga yang tersebar di sejumlah grup aplikasi perpesanan.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun, telah meninggal dunia Bapak H. Alex Noerdin di RS Siloam Semanggi, Jakarta,” demikian bunyi pesan yang disampaikan juru bicara keluarga, Okta.

Dalam pesan tersebut, Okta juga menyampaikan rencana pemakaman almarhum yang akan dibawa ke kampung halamannya di Sumatera Selatan.

“Saat ini jenazah, insya Allah, akan dibawa ke Kota Palembang,” tambahnya.

Alex Noerdin yang merupakan politisi senior Partai Golkar tutup usia pada 76 tahun setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Siloam Semanggi, Jakarta Selatan.

Ia dikenal sebagai pemimpin daerah yang menjabat selama dua periode sebagai Gubernur Sumatera Selatan, yakni dari 2008 hingga 2018.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya