Berita

Logo PBNU (RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Insantara Petakan 14 Figur Calon Ketum PBNU

SELASA, 24 FEBRUARI 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Muktamar ke-35 pada Juli/Agustus tahun ini dinilai sangat strategis karena bertepatan dengan momentum memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di dunia.

Di tengah dinamika yang kian menghangat, Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) merilis 14 nama yang disebut memiliki peluang besar menjadi nakhoda baru PBNU dalam Muktamar mendatang.

Peneliti Insantara, Wildan Efendy, menjelaskan bahwa pemetaan kandidat dilakukan berdasarkan tiga aspek utama yakni tingkat popularitas, rekam jejak dan jalur sumber kandidat, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan warga NU.


Adapun peta sebaran 14 kandidat potensial tersebut terbagi dalam empat klaster. Untuk Klaster PBNU kandidatya adalah Prof KH Nuh DEA, KH Yahya Cholil Staquf, KH Syaifullah Yusuf, dan KH Zulfa Mustofa.

Selanjutnya Klaster PWNU terdiri dari KH Abd Ghaffar Rozin, KH Abd Hakim Mahfudz, dan KH Juhadi Muhammad.
Dari klaster tokoh NU dan Pesantren diantaraya KH Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudlori, dan KH Marzuqi Mustamar serta klaster Politik dan Pemerintahan yaitu Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan Prof KH Nasaruddin Umar.

Wildan menegaskan, transisi kepemimpinan kali ini memikul tanggung jawab besar untuk memperbaiki tata kelola jam’iyyah. Aspirasi yang menguat dari tingkat wilayah dan cabang hingga warga kultural menjadi indikator kuat adanya dorongan perubahan.

“Desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU. Kita mesti menjaga kesadaran ini sampai Muktamar ke-35 berlangsung, agar tercipta kepemimpinan baru PBNU yang lebih baik, berintegritas, dan sesuai dengan zaman di abad kedua NU,” tegas Wildan, Selasa, 24 Februari 2026.

Selain itu, Insantara juga menemukan fakta menarik terkait mekanisme pemilihan. Sebanyak 90 persen elemen NU disebut menghendaki sistem Ahwa diterapkan penuh, baik untuk posisi Syuriyah (Rais Aam) maupun Tanfidziyah (Ketua Umum) pada Muktamar mendatang.

Pergantian kepemimpinan PBNU kali ini dinilai bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum krusial bagi NU untuk menavigasi tata kelola keumatan yang lebih progresif, adaptif, dan berintegritas di abad keduanya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya