Berita

Representative Image (Foto: CNBC)

Global

Tiongkok Desak AS Batalkan Tarif Trump Usai Putusan MA

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 16:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Tiongkok mendesak Amerika Serikat segera membatalkan kebijakan tarif sepihak yang diumumkan Presiden Donald Trump, menyusul putusan Mahkamah Agung AS. 

Bagi Tiongkok, putusan itu seharusnya menjadi titik balik untuk mengakhiri praktik proteksionisme yang dinilai mengacaukan sistem perdagangan global.

"Tiongkok mendesak AS untuk membatalkan langkah-langkah tarif sepihaknya terhadap mitra dagangnya. Tidak ada pemenang dalam perang dagang dan proteksionisme tidak akan membawa ke mana pun," tegas pernyataan Kementerian Perdagangan Tiongkok, seperti dikutip dari AFP, Senin, 23 Februari 2026.


Dalam putusan enam berbanding tiga pada Jumat lalu, 20 Februari 2026, Mahkamah Agung AS menyatakan Trump tidak memiliki kewenangan memberlakukan tarif berdasarkan undang-undang tahun 1977 yang selama ini dijadikan dasar untuk mengenakan pungutan mendadak terhadap sejumlah negara. 

Keputusan tersebut menjadi pukulan politik serius terhadap kebijakan ekonomi andalan Trump yang selama ini mengguncang arus perdagangan internasional.

Namun respons Gedung Putih justru memperkeruh situasi. Trump mengumumkan tarif global baru sebesar 10 persen atas impor dengan landasan hukum berbeda, sebelum kemudian menaikkannya menjadi 15 persen pada Sabtu, 21 Februari 2026. 

Kebijakan tarif 15 persen itu dijadwalkan mulai berlaku Selasa dan akan diterapkan selama 150 hari, dengan sejumlah pengecualian produk.

Kementerian Luar Negeri Tiokok kemudian mencatat bahwa mereka memperhatikan dengan saksama potensi langkah-langkah AS untuk mempertahankan tarif yang lebih tinggi.

"AS saat ini sedang merencanakan langkah-langkah alternatif seperti investigasi perdagangan untuk mempertahankan tarif yang lebih tinggi terhadap mitra dagang. Tiongkok akan terus memperhatikan hal ini dan dengan tegas melindungi kepentingan Tiongkok," bunyi pernyataan tersebut.

Ketegangan dagang ini mencuat menjelang rencana kunjungan Trump ke Tiongkok dalam waktu dekat, yang akan menjadi lawatan pertamanya pada periode kedua kepemimpinannya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya