Berita

Iliustrasi minyak (Artificial inteligence)

Bisnis

Ketidakpastian Tarif Trump Melemahkan Pasar Minyak

SENIN, 23 FEBRUARI 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia turun sekitar 1 persen pada pembukaan perdagangan Senin 23 Februari 2026, dipicu oleh perkembangan terbaru pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran serta kebijakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump yang menambah ketidakpastian ekonomi global.

Dikutip dari Reuters, kontrak minyak mentah Brent turun 75 sen atau 1,05 persen menjadi 71,01 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 74 sen atau 1,11 persen ke level 65,74 Dolar AS per barel.

Penurunan harga ini terjadi di tengah rencana AS dan Iran menggelar putaran ketiga pembicaraan nuklir pada Kamis mendatang di Jenewa. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diharapkan dapat meredakan ketegangan antara kedua negara.


Di sisi lain, Presiden Trump pada Sabtu mengumumkan kenaikan tarif impor sementara dari 10 persen menjadi 15 persen untuk semua barang yang masuk ke AS. Kebijakan ini merupakan level maksimum yang diizinkan undang-undang, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan program tarif sebelumnya. Langkah ini memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Analis pasar IG Markets, Tony Sycamore, mengatakan bahwa kabar kenaikan tarif tersebut mendorong pelaku pasar bersikap lebih hati-hati. “Berita tarif akhir pekan lalu memicu arus penghindaran risiko, yang terlihat dari pergerakan harga emas dan kontrak berjangka saham AS. Hal ini turut menekan harga minyak mentah,” ujarnya.

Kebijakan tarif itu mengimbangi kekhawatiran sebelumnya tentang potensi konflik militer antara AS dan Iran, yang sempat mendorong harga Brent dan WTI melonjak lebih dari 5 persen pada pekan lalu. Namun, dengan dibukanya kembali jalur diplomasi, pasar melihat risiko perang untuk sementara mereda.

Sycamore menilai situasi saat ini lebih menyerupai “permainan kucing dan tikus” diplomatik antara AS dan Iran. “Saya tidak percaya AS ingin menyerang Iran, mengingat risiko destabilisasi kawasan dan potensi ketidakpuasan pemilih menjelang pemilu paruh waktu November," ujarnya.

Sementara itu, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Teheran siap memberikan konsesi terkait program nuklirnya, asalkan sanksi dicabut dan hak Iran untuk memperkaya uranium diakui. Pernyataan ini membuka peluang tercapainya kompromi dalam negosiasi mendatang.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya